Geger Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pelaku Diduga Pernah Jadi Korban Bullying

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Geger Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pelaku Diduga Pernah Jadi Korban Bullying

Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Banyak Korban Luka

Pada hari Jumat (7/11/2025), terjadi ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa ini menimbulkan banyak korban luka-luka, dengan jumlah total mencapai 54 orang yang mengalami luka ringan hingga sedang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa korban kini dirawat di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi di Jakarta Pusat. Sejumlah warga dan siswa menyebutkan bahwa kejadian tersebut memicu rasa khawatir dan penasaran tentang identitas pelaku.

Terduga Pelaku adalah Siswa SMAN 72 Jakarta

Terduga pelaku kejadian ini adalah seorang siswa SMAN 72 Jakarta yang bernama FN. Ia saat ini duduk di kelas XII. Diketahui bahwa FN pernah menjadi korban bullying atau perundungan di sekolah. Sosoknya juga dikenal sebagai orang yang pendiam dan sering menyendiri.

Seorang siswa SMAN 72 berinisial Z mengungkapkan bahwa awalnya FN menjadi korban bullying di sekolah. Ia selalu sendiri dan sering menggunakan jas putih. Menurut Z, FN diduga ingin membalas dendam kepada para pelaku bullying. Namun akibatnya, banyak siswa lain yang menjadi korban.

Diduga Merakit Bahan Peledak Sendiri

Menurut informasi dari seorang siswa SMAN 72, FN diduga merakit bom sendiri. Bom tersebut ditempatkan di tiga titik di sekolah, yaitu musala, kantin, dan tempat nongkrong siswa.

Z menyampaikan bahwa FN merakit bom sendiri dan menyetel timer di tiga daerah di sekolah. Saat ledakan terjadi, Z sedang berada di teras musala ingin melaksanakan ibadah salat Jumat. Saat khotbah sedang berlangsung, ledakan terjadi begitu saja.

Ia melihat delapan orang temannya terluka akibat ledakan itu. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar dan mata yang parah. Namun, saat kejadian, Z tidak melihat pelaku karena siswa kelas XII sedang libur.

Penanganan oleh Aparat Kepolisian

Setelah kejadian, aparat kepolisian langsung datang ke lokasi dan melakukan pemblokiran serta pemasangan garis kuning. Tak lama setelah itu, tim Gegana Korps Brimob Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara.

Petugas dengan senjata lengkap kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar masjid guna memastikan tidak ada benda mencurigakan lain yang tertinggal. Area sekolah pun masih dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI.

Investigasi Masih Berlangsung

Sebelum kejadian, sejumlah saksi menyebut melihat orang mencurigakan masuk ke masjid. Kini penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui modus dan penyebab pasti pelaku melakukannya.

Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang mengakibatkan puluhan orang luka-luka masih menjadi sorotan. Terlebih, beredar kabar bahwa terduga pelaku merupakan sosok pendiam dan pernah jadi korban bullying di sekolah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan