
Penemuan Mayat Pria di Kebun Ketela Menggegerkan Warga Kediri
Warga Dusun Kawarasan, Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri digegerkan dengan penemuan sosok mayat pria di area kebun ketela pada hari Rabu (15/10/2025) sore. Jasad pria tersebut ditemukan di bawah pohon pisang, dekat aliran sungai, dalam kondisi mengenaskan dan tanpa identitas.
Penemuan ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Nanang (40) yang sedang melintas di area kebun. Ia segera mengabadikan kejadian tersebut melalui video dan mengirimkannya kepada Kepala Desa Kawedusan, Dedi Santoso. Informasi tentang penemuan jasad tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Plosoklaten sekitar pukul 18.30 WIB.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tim Gabungan Tiba di Lokasi
Kapolsek Plosoklaten, AKP Dwi Widodo, menjelaskan bahwa tim gabungan dari kepolisian, tim Inafis Satreskrim Polres Kediri serta tenaga medis dari Puskesmas Brenggolo segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban dan mencari informasi lebih lanjut mengenai latar belakangnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban berhasil diidentifikasi sebagai Jangkung (41), warga Lingkungan Kwangkalan Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini ditemukan hanya mengenakan kaos biru dan celana dalam hitam.
Identifikasi dan Hasil Pemeriksaan Medis
Dari hasil pengecekan identitas korban dinyatakan valid dan cocok. Menurut tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Namun, ditemukan luka lama yang terinfeksi di telapak kaki korban, yang diduga menjadi penyebab utama kematian karena infeksi serius yang tidak ditangani.
Menurut informasi dari Puji Abadi, Ketua RT di tempat tinggal korban, Jangkung telah mengalami gangguan jiwa (ODGJ) sejak 15 tahun terakhir. Dia terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Senin 13 Oktober 2025 dan tidak kembali hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dua hari kemudian.
Perkembangan Terkini
Warga sekitar lokasi penemuan juga mengaku melihat korban berkeliaran di kawasan Dusun Kawarasan sehari sebelum ditemukan. Mereka menduga korban tersesat atau jatuh sakit di lokasi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia tanpa pertolongan.
Pihak keluarga yang telah dihubungi menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan resmi agar jenazah segera dimakamkan.
Kesimpulan
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan mental anggota keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan jiwa. Selain itu, kejadian ini juga mengingatkan kita untuk selalu waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi orang-orang yang mungkin rentan mengalami kesulitan.