
Ekspansi Armada yang Dijalankan oleh PJHB
Perusahaan transportasi logistik, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebulan lalu, mulai melakukan ekspansi armada. Proses keel laying untuk kapal tipe Landing Craft Transport (LCT) Cipta Jaya Harapan 99 dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur. Proyek ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi di industri pelayaran nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Seluruh dana hasil IPO senilai Rp 158,4 miliar dialokasikan untuk pembuatan tiga kapal baru. Ketiga kapal tersebut ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada kuartal pertama 2026. Selain itu, PJHB juga berhasil memenangkan tender pengadaan kapal LCT, yang akan memperkuat prospek ekspansi armada perusahaan ke depan.
Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie, menyampaikan bahwa penambahan tiga kapal baru ini disertai dengan meningkatnya kontrak industri. Penambahan armada ini diproyeksikan dapat meningkatkan pertumbuhan kinerja perusahaan lebih dari 50% pada 2026. Saat ini, PJHB mengoperasikan lima unit kapal LCT. Dengan tambahan tiga kapal baru, perusahaan menargetkan mengelola delapan armada pada 2027.
“Fundamental sudah terbentuk sejak tahun ini dan kapasitas baru akan mulai berdampak penuh tahun depan,” ujar Go Sioe Bie dalam keterangannya, Kamis (11/12).
Pelaksanaan keel laying ini sekaligus menandai babak baru pembangunan kapal yang dikerjakan oleh PT Untung Brawijaya Sejahtera. Pembangunan ini bertujuan untuk memperkuat operasional PJHB sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan layanan dan memperluas kehadiran di industri pelayaran nasional.
PT Untung Brawijaya Sejahtera merupakan galangan yang sudah berpengalaman menangani pembangunan dan proses docking armada PJHB pada proyek-proyek sebelumnya.
Go Sioe Bie menjelaskan bahwa investasi armada baru ini dirancang untuk menjawab meningkatnya permintaan layanan. Ia juga berkomitmen bahwa dalam tahap fabrikasi ini, PJHB bisa memperluas kapasitas layanan bagi pelanggan.
Spesifikasi Kapal LCT yang Dibangun
Ketiga kapal LCT yang dibangun masing-masing memiliki panjang antara 72–75 meter dengan kapasitas sekitar 2.500 DWT. Armada ini akan digunakan untuk mengangkut alat berat, mesin industri, dan kontainer yang dibutuhkan sektor pertambangan, migas, konstruksi, dan perkebunan. Segmen-segmen tersebut selama ini menjadi tulang punggung bisnis PJHB.
Desain kapal menggunakan struktur double bottom atau dasar berlapis dua. Desain ini diterapkan untuk meningkatkan keselamatan dan kekuatan pada bagian lambung kapal.
“Dengan demikian, kapal dapat memenuhi persyaratan teknis untuk memperoleh notasi klasifikasi A100 dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Konfigurasi ini memastikan standar struktural yang memadai bagi operasional komersial dan keselamatan pelayaran,” jelas Go Sioe Bie.