Gelombang Politik Global Picu Rekor Saham Emas

admin.aiotrade 07 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Gelombang Politik Global Picu Rekor Saham Emas

Guncangan Ekonomi Global Akibat Gejolak Politik

Ekonomi global sedang menghadapi tantangan besar akibat gejolak politik yang terjadi di beberapa negara, termasuk Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat. Peristiwa ini memengaruhi pasar keuangan dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi di berbagai belahan dunia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemilihan Ketua Partai di Jepang

Di Jepang, bursa saham mengalami penguatan setelah Sanae Takaichi terpilih sebagai ketua partai berkuasa, Partai Demokrat Liberal (LDP). Ini menandai perubahan penting dalam dinamika politik Negeri Sakura. Indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,62% ke level 48.250 pada awal perdagangan hari ini. Yen Jepang juga melemah sebesar 0,3% ke level 150,4 yen per dolar AS.

Sanae Takaichi, yang merupakan perempuan pertama yang menjadi ketua LDP, akan berpeluang menjadi perdana menteri berikutnya. Dia berhasil mengalahkan Shinjiro Koizumi dalam pemungutan suara putaran kedua setelah tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas pada putaran pertama. Pemungutan suara di parlemen untuk menetapkan perdana menteri baru dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober.

Kekhawatiran Terhadap Shutdown AS

Di Amerika Serikat, penutupan pemerintah atau shutdown masih berlanjut hingga hari ini. Namun, ada harapan bahwa keadaan ini akan segera berakhir setelah adanya rencana negosiasi antara Presiden Donald Trump dan Kongres. Trump menyatakan siap bernegosiasi dengan Partai Demokrat terkait subsidi layanan kesehatan. Jika anggaran disetujui, shutdown yang telah berlangsung sejak pekan lalu akan berakhir.

Meski demikian, Partai Demokrat menegaskan bahwa mereka tidak akan mendukung rancangan undang-undang anggaran sementara kecuali mencakup perpanjangan subsidi Affordable Care Act (ACA) dan menghapus pemangkasan program Medicaid. Meskipun shutdown tidak membuat bursa saham di Wall Street tertekan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,14%, sedangkan S&P 500 naik 0,36%.

Krisis Politik di Prancis

Di Prancis, Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengundurkan diri setelah gagal mencapai kesepakatan dengan partai-partai politik mengenai belanja anggaran negara. Pengunduran diri ini menandai eskalasi serius dalam krisis politik Prancis. Partai sayap kanan Prancis, National Rally, segera mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk menggelar pemilu parlemen dadakan.

Kabinet baru yang ditunjuk oleh Lecornu memicu kemarahan baik lawan maupun sekutu Macron, yang menganggapnya terlalu kanan atau tidak cukup kanan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa lama kabinet tersebut dapat bertahan. Pasar saham Prancis mencatat penurunan harian paling tajam dalam lebih dari satu bulan, meskipun tekanan tersebut berangsur mereda berkat reli saham semikonduktor.

Dampak pada Harga Emas

Kepala Riset dan Strategi Logam di MKS PAMP SA menyebutkan bahwa ketidakpastian politik di AS, Prancis, dan Jepang memperkuat kekhawatiran fiskal dan menjadi salah satu pendorong reli harga emas. Harga emas di pasar spot menguat 0,14% ke level US$3.966,72 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak Desember 2025 juga menguat 0,23% ke level US$3.985,40 per troy ounce.

Analis Marex Edward Meir menyebutkan bahwa perkembangan politik di Prancis, kenaikan imbal hasil obligasi Jepang akibat kekhawatiran inflasi, serta berlanjutnya penutupan pemerintahan AS menjadi pendorong reli emas. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung menguat dalam kondisi suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi. Investor memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat bulan ini, disusul tambahan pemangkasan 25 bps pada Desember.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan