
Nelayan Hilang Saat Melaut di Perairan Tiku
Dua nelayan asal Nagari Batang Gasan, Kabupaten Agam, dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Tiku, Sumatera Barat, pada Kamis, 6 November 2025. Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Padang segera mengerahkan tim SAR untuk melakukan pencarian sejak malam hari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Wali Nagari Gasan Gadang Azirman mengungkapkan bahwa kedua nelayan tersebut adalah Buduik (60) dan Kundue (40). Mereka berangkat ke laut menggunakan kapal payang berwarna hijau-putih yang memiliki panjang sekitar 12 meter pada pukul 04.00 WIB. Biasanya, keduanya kembali ke darat pada sore hari. Namun, hingga malam mereka belum terlihat dan tidak dapat dihubungi.
“Kami menduga mungkin ada yang rusak atau karena badai,” ujarnya kepada sumber berita setempat, Kamis.
Nelayan setempat telah berupaya menyisir perairan Karang Gosong hingga Sungai Limau, namun hingga kini belum menemukan tanda keberadaan keduanya. “Kami sudah menggunakan dua kapal nelayan untuk melakukan pencarian tapi belum menemukan,” katanya. “Saat ini masih badai di Tiku.”
Kondisi Cuaca Memengaruhi Operasi Pencarian
Perkiraan dari BMKG Maritim Teluk Bayur menunjukkan bahwa ketinggian gelombang laut mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter. Hal ini memperparah kondisi cuaca di wilayah tersebut dan memengaruhi operasi pencarian.
Basarnas Padang mengerahkan lima personel penyelamat menuju Dermaga Tiku melalui jalur darat, serta RIB 02 dengan lima awak menuju lokasi dugaan kejadian pada sekitar 2 mil laut dari Pantai Tiku, Kabupaten Agam.
“Kami sedang melakukan penyisiran dengan pola pencarian sektor sesuai kondisi gelombang dan arus di sekitar lokasi. Unsur SAR bergerak dari laut dan darat secara paralel,” ujar Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Alat dan Perlengkapan yang Digunakan dalam Operasi
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR turut membawa beberapa alat pendukung. Berikut adalah peralatan yang digunakan:
- LCR dengan mesin tempel
- Drone
- Aqua Eye
- Perlengkapan medis dan komunikasi
Alat-alat ini akan digunakan untuk mempermudah proses pencarian dan memastikan kelancaran komunikasi antar tim. Dengan adanya peralatan modern seperti drone dan Aqua Eye, harapan besar dibangun agar bisa segera menemukan jejak keberadaan kedua nelayan tersebut.
Operasi pencarian ini tetap berlangsung dengan penuh semangat dan dedikasi dari seluruh anggota tim SAR. Mereka terus berupaya keras untuk menemukan kedua nelayan yang hilang, meskipun situasi cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu.
Masyarakat di sekitar area juga diminta untuk tetap waspada dan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan atau tanda-tanda dari kedua nelayan tersebut. Semoga dalam waktu dekat, kabar baik bisa segera datang dan kedua nelayan tersebut bisa ditemukan dalam kondisi selamat.