Gemas Lihat Ibu-ibu Nganggur, Luciana Ubah Sampah Jadi Uang dan Dapat Sembako Tahunan

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Gemas Lihat Ibu-ibu Nganggur, Luciana Ubah Sampah Jadi Uang dan Dapat Sembako Tahunan

Inisiatif Unik dari Ibu-Ibu Kampung Seroja

Di tengah keterbatasan waktu dan kesibukan sebagai ibu rumah tangga, sejumlah perempuan di Kampung Seroja menemukan cara yang unik untuk membantu perekonomian keluarga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Inisiatif ini dimulai oleh Luciana Saptarini, seorang ibu rumah tangga yang melihat banyaknya ibu-ibu di sekitarnya yang tidak memiliki aktivitas di luar rumah. Dari situ, muncul ide untuk menciptakan sebuah wadah yang bisa memberdayakan para ibu agar tetap produktif.

Awal Mula Berdirinya Bank Sampah Saring Seroja

Bank Sampah Saring Seroja berdiri sejak tahun 2017 atas inisiatif Luciana. Awalnya, kegiatan ini dimulai dengan edukasi sederhana kepada warga untuk memilah sampah basah dan kering. Namun, setelah kegiatan pemilahan berjalan, muncul pertanyaan baru: ke mana sampah hasil pilahan itu akan dibuang? Dari situlah muncul ide untuk membuat bank sampah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meskipun begitu, karena keterbatasan tenaga, kegiatan bank sampah difokuskan kepada sampah kering. Oleh karena itu, nama "Saring" diambil untuk dijadikan nama dari singkatan "sampah kering". Bank Sampah Saring Seroja hanya menerima sampah anorganik yang sudah dipilah di rumah, tanpa harus dipisahkan lagi berdasarkan jenis.

Cara Mendapatkan Uang dari Sampah

Warga yang sudah memilah sampah dapat membawa sampah tersebut ke lokasi Bank Sampah Saring Seroja seminggu sekali untuk ditimbang. Setiap kilogramnya, sampah warga akan dihargai Rp1.000 dan hasilnya dicatat dalam buku tabungan masing-masing nasabah. Sampah yang nanti kami bayar dan uangnya masukkan ke dalam tabung, jadi tidak langsung dibayarkan. Barulah ketika menjelang bulan Ramadan, kami bayarkan sesuai catatan tabungan sampah mereka.

Pada awalnya, nasabah atau warga yang ikut ke Bank Sampah Saring Seroja tersebut hanya tujuh orang. Namun, seiring waktu nasabah ke bank sampah tersebut semakin banyak. Saat ini, jumlah nasabah mencapai 115 orang.

Pengolahan Sampah Menjadi Karya Seni

Selain menimbun sampah untuk nanti dijual kembali ke pengepul, Luciana mengatakan dirinya dan para anggotanya membuat sejumlah karya seni dari sampah-sampah bekas tersebut. Mereka memilah sampah seperti botol-botol plastik atau bahan lainnya untuk nanti diolah jadi karya seni agar nanti harganya bisa naik. Ada juga karya yang nanti dipamerkan juga ke acara-acara, itu semua karya ibu-ibu.

Pembagian Keuntungan dari Penjualan Sampah

Luciana menjelaskan, keuntungan yang diperoleh dari penjualan sampah ke pengepul nantinya akan dibagi ke dalam beberapa pos, selain untuk warga yang menabung. Salah satunya digunakan untuk memberikan reward kepada warga berupa sembako tahunan. Jadi warga yang misalnya nabung, kami kasih reward berupa sembako setiap tahunnya. Jadi buat termotivas, agar mereka tambah senang memilah. Lalu, kami sedekahkan ke masjid dan ke kaum duafa.

Barulah yang terakhir, sisa hasil penjualan sampah ke pengepul akan digunakan untuk biaya operasional dan membayar jasa para pengurus Bank Sampah Saring Seroja.

Perkembangan Bank Sampah Saring Seroja

Awalnya, Bank Sampah Saring Seroja hanya mencakup tingkat RW, tetapi seiring berjalannya waktu, kegiatan ini semakin dikenal hingga mendapat surat keputusan (SK) dari kelurahan. Disitu mulailah nama kami naik dan alhamdulillah sekarang sudah beroperasi satu kelurahan dengan nasabah hingga 115 orang.

Harapan Masa Depan

Dengan semua aktifitasnya selama ini, Luciana berharap ke depannya setiap RW di wilayahnya dapat memiliki bank sampah sendiri agar pengelolaan tidak hanya bergantung pada Saring Seroja. Sebab menurutnya, dampak nyata terlihat sejak program Bank Sampah Saring Seroja berjalan. Di mana, volume sampah berkurang, pengelolaan di TPS 3R menjadi lebih mudah, dan lingkungan lebih bersih.

Luciana berharap, warga disini bisa memilah sampah. Karena sampah terbesar itu dari rumah tangga. Jika bisa dipilah dengan baik, saya yakin lingkungan menjadi bersih.

Melalui Bank Sampah Saring Seroja, mereka tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu sesama dan membangun semangat kemandirian di tengah masyarakat.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan