Gempa M 5.3 Mengguncang Timur Laut Supiori Papua, Cek Informasi BMKG

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Gempa M 5.3 Mengguncang Timur Laut Supiori Papua, Cek Informasi BMKG
Gempa M 5.3 Mengguncang Timur Laut Supiori Papua, Cek Informasi BMKG

Gempa Magnitudo 5,3 Terjadi di Timur Laut Supiori, Papua

Pada Senin, 10 November 2025 pukul 05.53 WIB, wilayah timur laut Supiori, Papua, diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3. Informasi ini dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi mereka.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 222 km, dengan pusat gempa berada sejauh 1950 km dari Supiori. Titik koordinat gempa tercatat di 14,14 LU dan 144,97 BT. Wilayah ini termasuk dalam kawasan yang berada di Pulau Supiori, yang dipisahkan dari Pulau Biak oleh Selat Sorendiweri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Supiori merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua. Jarak dari kabupaten ini ke Kota Jayapura, ibu kota provinsi, adalah sekitar 589 kilometer jika ditempuh melalui jalur darat dan laut. Meski lokasinya cukup jauh dari pusat kota, gempa ini tetap menjadi perhatian karena potensi dampaknya terhadap masyarakat setempat.

Skala MMI dan Dampak Gempa

BMKG menyediakan informasi mengenai skala intensitas gempa menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Berikut penjelasan mengenai beberapa tingkat intensitas:

  • I MMI
    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

  • II MMI
    Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI
    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI
    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI
    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI
    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI
    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

  • VIII MMI
    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI
    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI
    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI
    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI
    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Informasi dan Peringatan

BMKG menegaskan bahwa informasi gempa ini dirilis dengan prioritas kecepatan. Oleh karena itu, hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terbaru dari sumber resmi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan