
Gempa Bumi di Jawa Barat Terus Mengguncang, BMKG Melaporkan Berbagai Kekuatan Gempa
Pada hari Rabu (17/12/2025) pagi, gempa bumi kembali mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Gempa yang terjadi pada pukul 06.01 WIB memiliki kekuatan Magnitudo 3,1. Pusat gempa berada di laut, sekitar 68 km Selatan Kabupaten Sukabumi. Titik pusat gempa ini berada pada kedalaman 29 km. Informasi tersebut disampaikan oleh BMKG Wilayah II melalui akun X mereka.
Sebelumnya, gempa juga terjadi di Garut, Jawa Barat, pada malam hari tanggal 16 Desember 2025. Gempa dengan kekuatan Magnitudo 3,9 terjadi pada pukul 21.33 WIB. Pusat gempa berada di laut, 113 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya. Dalam laporan BMKG, titik pusat gempa berada pada kedalaman 25 km.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada hari Senin (15/12/2025), gempa bumi juga mengguncang wilayah Tasikmalaya dan Pangandaran. Gempa pertama terjadi di Tasikmalaya pada pukul 21.02 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,6. Pusat gempa berada di laut, sekitar 77 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, dengan kedalaman 49 km. Gempa lainnya terjadi di Pangandaran pada malam hari, dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di laut, 80 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, dan kedalaman 13 km.
Tidak hanya itu, pada sore hari hari yang sama, gempa bumi kembali mengguncang Pangandaran. Gempa dengan kekuatan Magnitudo 3,3 terjadi pada pukul 15.28 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 65 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 27 km. Meskipun lokasi pusat gempa menunjukkan posisi di laut, tampaknya lokasi tersebut berada di sebelah selatan Kabupaten Tasikmalaya.
Skala MMI dan Cara Menghadapi Gempa
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk menilai dampak gempa, berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tips Saat Gempa Terjadi
Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. -
Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.