
Persiapan Militer Iran Menghadapi Potensi Perang
Pada hari Selasa (21/4/2026), tenggat waktu gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat-Israel akan berakhir. Saat ini, Iran sedang bersiap menghadapi kemungkinan perang yang berlanjut karena belum ada kesepakatan antara kedua pihak. Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menegaskan bahwa pasukan militer negara tersebut siap untuk mempertahankan kemerdekaan, integritas teritorial, serta keamanan negara di darat, udara, dan laut.
Hatami menyampaikan bahwa angkatan darat, bersama dengan cabang-cabang militer lainnya, tetap siap menghadapi musuh secara tegas sambil meningkatkan kemampuan militer mereka. Ia mengatakan:
Pasukan kita akan menghadapi musuh sampai nafas terakhir dengan jari di pelatuk, siap untuk konfrontasi dan untuk berkorban, ujar Hatami dalam pernyataannya.
Selain itu, pasukan Iran didorong oleh semangat pengorbanan dan jihad. Prajurit-prajurit Iran telah berjanji untuk setia pada misi mereka. Dalam persiapan menghadapi potensi konflik, Iran juga sedang melakukan pengisian ulang kemampuan rudal dan drone mereka. Menurut seorang komandan militer Iran, kapasitas peluncur rudal dan drone telah ditingkatkan dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan sebelum perang dimulai.
Majid Mousavi, komandan Angkatan Udara Garda Revolusi, menyatakan bahwa musuh belum mampu membangun kembali amunisinya selama gencatan senjata. Ia memberikan komentar tersebut melalui Nournews, yang dilengkapi dengan video yang menampilkan dirinya memeriksa fasilitas rudal bawah tanah yang tidak disebutkan namanya.
Selama gencatan senjata, kecepatan kita dalam memperbarui dan mengisi kembali landasan peluncuran rudal dan drone bahkan lebih cepat daripada sebelum perang. Kita tahu bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi ini untuk diri mereka sendiri, dan mereka terpaksa membawa amunisi dari sisi lain dunia secara bertahap, tambah Mousavi.
Ia juga menyatakan bahwa musuh kalah dalam tahap perang ini, termasuk kehilangan Selat Hormuz, Lebanon, dan kawasan ini.
Tidak Ada Titik Temu Antara Iran dan AS-Israel
Hingga saat ini, belum ada titik temu antara Iran dan AS-Israel. Tuntutan AS yang meminta penghentian total program nuklir Iran ditolak mentah-mentah oleh Iran. Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang, tetapi hanya bertindak untuk membela diri terhadap serangan AS dan Israel. Ia menekankan komitmen negaranya terhadap perdamaian dan stabilitas regional.
Pezeshkian menuduh AS dan Israel menargetkan infrastruktur sipil dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional serta bukti standar ganda dalam hak asasi manusia. Ia menegaskan:
Kami tidak menyerang negara mana pun, dan dalam situasi saat ini kami tidak bermaksud menyerang pihak mana pun, dan kami hanya membela diri secara sah, kata Pezeshkian seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.
Ia juga menekankan bahwa Iran tidak mencari perang, tetapi justru mencintai damai. Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Iran adalah pembelaan diri yang sah, sama seperti setiap manusia bereaksi terhadap agresi, suatu bangsa juga membela diri terhadap serangan.