
Pergerakan Saham BOLA Pasca Akuisisi oleh Robinhood
Saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) mengalami fluktuasi dalam sepekan terakhir setelah pengumuman akuisisi Robinhood Market atas Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto (PT PAK). Perusahaan ini memiliki kepemilikan 7,5% di Buana Capital Sekuritas, sementara PT PAK adalah anak usaha BOLA dengan porsi kepemilikan 70%. Selain itu, Pieter Tanuri juga menjadi pemegang saham BOLA dengan kepemilikan sebesar 38,26%.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Corporate Secretary BOLA Yohanes Ade Bunian Moniaga menjelaskan bahwa proses akuisisi Robinhood atas PT PAK telah mencapai tahap conditional share purchase agreement (CSPA). Proses ini akan berlanjut jika mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia menegaskan bahwa akuisisi Robinhood belum resmi dan masih dalam tahap penawaran akuisisi.
Hingga informasi ini dirilis, surat persetujuan masih dalam proses di OJK. "Penawaran rencana yang diberikan oleh Robinhood cukup menarik bagi perseroan dan sampai saat ini PT PAK belum menunjukkan kinerja yang baik," tulis Yohanes pada Senin (15/12/2025).
Perkembangan Harga Saham BOLA
Berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas, saham BOLA pada penutupan perdagangan hari ini Senin (15/12) terpantau turun 2,15% ke Rp182. Meskipun mengalami koreksi, level harga saat ini mencerminkan pertumbuhan 7,69% dalam sebulan terakhir.
Dalam sepekan terakhir, harga saham BOLA sempat melonjak pada Selasa (9/12) dengan kenaikan 12,80% ke Rp185. Pada 11 Desember 2025, manajemen BOLA menjelaskan di keterbukaan informasi atas adanya volatilitas transaksi. "Perusahaan sedang dalam proses negosiasi penjualan anak perusahaan dari anak perusahaan (indirect subsidiary) perseroan. Akan tetapi, proses ini masih menunggu persetujuan dari OJK," tulis manajemen.
Kinerja Finansial BOLA
Sepanjang Januari-September 2025, perusahaan pengelola klub sepak bola Bali United ini membukukan pendapatan sebesar Rp205,44 miliar, meningkat dari Rp179,30 miliar pada periode yang sama 2024. Dari sisi bottom line, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar Rp78,80 miliar. Kinerja ini membaik dibanding rugi bersih yang diderita BOLA sebesar Rp48,50 miliar pada periode yang sama 2024.
Analisis Valuasi Saham BOLA
Saat ini, valuasi saham BOLA tercatat dengan rasio price to earnings (PE) annualised (disetahunkan) di level 10,45 kali dengan price to book value (PBV) di 1,56 kali. Rasio ini memberikan gambaran tentang bagaimana pasar menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Perspektif Investasi
Meskipun ada potensi pertumbuhan dari akuisisi yang sedang berlangsung, investor perlu mempertimbangkan risiko yang terkait dengan proses regulasi dan kinerja keuangan perusahaan. Pergerakan saham BOLA selama sepekan terakhir menunjukkan ketidakpastian yang biasa terjadi dalam situasi seperti ini.