
Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) di Kota Samarinda
Pemerintah Kota Samarinda meluncurkan inisiatif baru yang dinamakan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR). Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Desember 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan peran ayah dalam pendidikan anak. Gerakan ini dirancang sebagai respons terhadap fenomena fatherless—kondisi di mana anak tumbuh tanpa peran ayah yang signifikan, baik secara fisik maupun emosional.
Tujuan dan Latar Belakang
Gerakan GEMAR tidak hanya sekadar imbauan seremonial. Pemkot Samarinda menilai bahwa kehadiran ayah dalam momen pengambilan rapor memiliki makna psikologis dan sosial yang besar bagi anak. Dalam banyak keluarga, tanggung jawab pendidikan sering kali dibebankan sepenuhnya kepada ibu. Padahal, keterlibatan ayah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta kedekatan emosional antara anak dan orang tuanya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data dari Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2025, ditemukan bahwa satu dari empat keluarga di Indonesia mengalami kondisi fatherless sebesar 25,8 persen. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya untuk mendorong keterlibatan ayah dalam kehidupan anak secara lebih nyata, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.
Mekanisme Pelaksanaan
Surat Edaran Wali Kota Samarinda Nomor 400.13/3911/100.19 menjelaskan beberapa poin penting dalam pelaksanaan GEMAR. Antara lain:
-
Perangkat Daerah/Unit dan Instansi Pemerintah/Swasta
a. Menghimbau bagi pegawai selaku ayah/wali ayah yang memiliki anak usia sekolah (Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah) untuk mengambil rapor anak ke sekolah pada waktu penerimaan rapor di akhir semester;
b. Bagi pegawai selaku ayah/wali ayah yang mengikuti gerakan ini diberikan dispensasi keterlambatan sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi atau kantor;
c. Satuan Pendidikan Negeri/Swasta memfasilitasi pelaksanaan GEMAR dengan meningkatkan kualitas komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua, khususnya ayah/wali ayah untuk mendorong kehadiran ayah/wali ayah pada kegiatan pengambilan rapor yang dimulai pada bulan Desember 2025 dengan menyesuaikan jadwal pengambilan rapor di sekolah masing-masing. -
Media Massa
Sebagai bentuk dukungan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui pelaksanaan Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, mendorong Perangkat Daerah/Unit, Instansi Pemerintah/Swasta, orang tua, dan media massa agar dapat mempublikasikan kegiatan GEMAR melalui media internal, media sosial, dan kanal komunikasi lainnya dengan menggunakan tagar #GATI, #GEMARSAMARINDA, #sekolahbersamaayah serta menandai akun instagram @kemendukbangga_bkkbn, @dithanrembkkbn, @gatikemendukbangga, @dppkbsamarinda.
Tanggapan Publik
Inisiatif ini menuai berbagai respons pro dan kontra dari warganet. Beberapa netizen menyampaikan pendapat mereka melalui media sosial. Misalnya, ada yang menilai bahwa kebijakan ini bisa menjadi cara untuk memperkuat hubungan antara ayah dan anak. Namun, ada juga yang khawatir bahwa langkah ini bisa menyakiti hati anak yang tidak memiliki ayah, seperti anak yatim atau piatu.
- "Himbauan masif juga k instansi/perusahaan, agar aktif mendorong ayah pencari nafkah, bahkan diberi cuti khusus dgn dokumentasi bukti video. Tapi jangan juga, dorongan begini menjadi bahan olok2an bagi yg tidak punya ayah, ayahnya selingkuh, ayahnya meninggal dsb."
- "Mungkin jadi salah satu cara agar ayah dan anak bisa habiskan waktu bersama, ya. Tapi, untuk mengurangi angka fatherless bukan hanya cara ini saja, masih perlu solusi lain misal jam kerja ayah yang bekerja, hak cuti dsb perlu diberikan tanpa dipersulit."
- "Aku yatim jadi g bisa."
- "Bahagia untuk yg punya ayah. Dan akan menyakiti hati anak yg tidak memiliki ayah !!"
- "Yang tdk punya bapak gimana ? Kenapa tdk di kasih kata ganti “Orang tua” saja jdi anak yatim/piatu bahkan yatim piatu tdk minder dan berkecil hati."
Kesimpulan
Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) merupakan langkah penting dalam upaya memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak. Meski mendapat apresiasi dari sebagian masyarakat, kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana menjangkau anak-anak yang tidak memiliki ayah. Dengan demikian, perlu adanya edukasi yang lebih luas dan inklusif agar semua anak merasa didukung, baik itu oleh ayah, ibu, atau orang tua lainnya.