
Momentum Pariwisata yang Mengubah Wajah Wonosobo
Peringatan HUT ke-54 Korpri di Alun-Alun Wonosobo, Senin, 1 Desember 2025, menjadi momen penting dalam sejarah pariwisata daerah. Di tengah keramaian upacara, sebuah program strategis yang diyakini mampu memperkuat ekosistem wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat resmi diperkenalkan kepada publik oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Program tersebut bernama “Bangga Berwisata di Wonosobo”, sebuah gerakan kolaboratif lintas sektor yang ditujukan untuk menjadikan Wonosobo sebagai pusat pariwisata terkemuka di Jawa Tengah.
Langkah Konkret Menuju Kabupaten Pariwisata Terkemuka
Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan implementasi langsung dari amanat first grand design RPJPD Wonosobo 2025–2045, yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu pilar pembangunan jangka panjang. Pariwisata juga menjadi sektor prioritas dalam RPJMD terbaru.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Bangga Berwisata di Wonosobo bukan sekadar ajakan piknik atau jalan-jalan. Ini gerakan luas yang mengintegrasikan berbagai aspek pembangunan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata,” tegasnya.
Gerakan ini menyasar seluruh elemen pentahelix—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—untuk bergerak bersama memperkuat positioning Wonosobo sebagai destinasi wisata yang maju dan berkelanjutan.
Integrasi Pariwisata ke Dunia Pendidikan
Salah satu fokus utama program adalah memperkuat peran lembaga pendidikan dalam pembangunan pariwisata daerah. Melalui PGRI, Disdikpora, dan Korwil Pendidikan Provinsi, sekolah dari berbagai jenjang akan dilibatkan secara aktif.
“Sekolah-sekolah di Wonosobo kami ajak berkolaborasi. Termasuk memasukkan muatan pariwisata ke dalam materi mata pelajaran yang diajarkan. Ini bagian dari membangun ekosistem pariwisata dari hulu,” ujar Fatonah.
Sejumlah sekolah di Kejajar dan Garung serta satu PKBM di Mojotengah telah ditetapkan sebagai pilot project Duta Panas Bumi. Mereka mulai memasukkan materi geothermal, geopark, dan konservasi ke dalam proses belajar mengajar. Upaya ini juga selaras dengan akselerasi Geopark Dieng, yang memiliki 10 site di wilayah Wonosobo, termasuk Telaga Menjer sebagai salah satu aset wisata dan sumber daya energi unggulan.
“Selain konservasi, kita mendorong pemahaman masyarakat tentang biodiversitas, kekayaan flora-fauna, sosio kultur dan seluruh potensi yang masuk dalam kawasan geopark,” terangnya.
Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan PT Geo Dipa Energi
Sebagai kabupaten dengan potensi geothermal terbesar di Jawa Tengah, Wonosobo menggandeng PT Geo Dipa Energi untuk memperkuat edukasi dan pengembangan wisata ilmiah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari intervensi kurikulum terkait Rencana Aksi Nasional Geopark, yang akan diterapkan di beberapa sekolah di sekitar kawasan Dieng.
Fatonah menegaskan bahwa keunggulan geothermal adalah aset yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi dan pariwisata.
“Tidak semua daerah punya potensi geothermal seperti Wonosobo. Ini menjadi keunggulan yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.
Di sektor bisnis, pelaku usaha juga didorong untuk mengutamakan produk lokal, mengembangkan inovasi wisata tematik, memperkuat promosi daerah, serta melaksanakan program CSR yang berorientasi pada keberlanjutan.
Peran Strategis Media dan Komunitas
Media lokal maupun nasional diharapkan turut menjadi agen edukasi sekaligus pendorong citra positif pariwisata Wonosobo. Komunitas masyarakat, organisasi profesi, hingga diaspora Wonosobo didorong terlibat melalui kegiatan pelestarian budaya, promosi digital, dan penyelenggaraan event.
Jika seluruh komponen bergerak secara masif dan berkelanjutan, Wonosobo diyakini mampu meningkatkan kualitas destinasi, menaikkan angka kunjungan wisatawan, memperkuat PAD dan PDRB, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Momentum Kebangkitan Pariwisata dari HUT Korpri
Peluncuran Gerakan Bangga Berwisata ini menjadi simbol komitmen Pemkab Wonosobo dalam membangun pariwisata berbasis kolaborasi. Para ASN, guru, pelajar, komunitas, dan pelaku usaha diharapkan menjadi motor penggerak utama.
Gerakan ini juga terintegrasi dengan Perda Nomor 10 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten, yang memberikan arah jelas dalam pembangunan sektor wisata.
Di akhir peluncuran, program ini disahkan secara simbolis dengan pernyataan resmi Bupati Wonosobo :“Dengan mengucap Bismillahirrahmaanirrahiim, saya luncurkan secara resmi Gerakan Bangga Berwisata di Wonosobo termasuk Gerakan ASN Bangga Berwisata di Wonosobo.”
Melalui semangat kolaborasi lintas sektor yang disampaikan dalam program ini, Wonosobo menegaskan tekadnya untuk tampil sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tidak hanya mengedepankan keindahan alam, tetapi juga edukasi, ekonomi kreatif, dan keberlanjutan.