
Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Bali Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Putri Koster, terus mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang berbasis sumber. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) yang diadakan di Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (24/10). Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Tim PSBS PADAS dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali serta sejumlah perangkat daerah terkait.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Putri Koster menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini kepada anak-anak. “Pengelolaan sampah yang berhasil diterapkan mulai dari diri sendiri dapat kita bagikan kepada anggota keluarga lainnya, baik itu suami, orang tua, maupun anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya di rumah akan membentuk karakter anak yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. “Ketika anak berada di luar rumah, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya akan tetap dilakukan dengan sadar. Dengan begitu, kita sudah mulai menjaga bumi sejak dini, dimulai dari rumah tangga,” tegasnya.
Cara Sederhana Mengelola Sampah di Rumah
Anggota Tim PSBS PADAS, Prof. Luh Kartini, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah dengan cara sederhana, yaitu memisahkan jenis sampah. Sampah anorganik seperti plastik dan kaleng sebaiknya dikumpulkan dan diangkut ke TPS3R, sedangkan sampah residu seperti tisu dan popok dibawa ke TPST. Adapun sampah organik dapat diolah menjadi kompos menggunakan metode tebe modern atau tong komposter.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama sampah plastik, karena dapat menghasilkan zat beracun seperti dioksin yang berbahaya bagi kesehatan. “Zat ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan, infeksi paru-paru, bahkan penyakit kanker dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Mendukung Program PSBS PADAS
Camat Busungbiu, I Ketut Suastika, dan Camat Gerokgak, I Gede Arya Rimbawa Giri, menyatakan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan program PSBS PADAS di wilayah masing-masing. Mereka menilai, gerakan PSBS PADAS bukan sekadar program atau regulasi, melainkan solusi nyata untuk menanggulangi persoalan sampah di Bali.
“Pengelolaan sampah berbasis sumber dimulai dari rumah tangga, lalu berkembang menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Bali Bersih Sampah demi masa depan anak cucu kita,” kata Camat Gerokgak.
Manfaat Jangka Panjang dari Program PSBS PADAS
Program PSBS PADAS memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan memisahkan sampah secara mandiri, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat pemerintah. Selain itu, pengolahan sampah organik menjadi kompos dapat memberikan manfaat ekonomi, seperti meningkatkan kualitas tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Selain itu, kegiatan sosialisasi seperti ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat lebih mudah mengambil langkah-langkah nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari.