Gerakan PSBS PADAS Dorong Warga Bali Kelola Sampah Rumah

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Gerakan PSBS PADAS Dorong Warga Bali Kelola Sampah Rumah
Gerakan PSBS PADAS Dorong Warga Bali Kelola Sampah Rumah

Inisiatif PSBS PADAS Bali untuk Membangun Kesadaran Lingkungan dari Rumah Tangga

Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Putri Koster, terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang berasal dari sumber. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

Pada acara Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), yang diadakan di Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (24/10), Putri Koster menyampaikan pesan penting tentang bagaimana pengelolaan sampah bisa menjadi awal dari perubahan lingkungan yang lebih baik. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim PSBS PADAS dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali serta sejumlah perangkat daerah lainnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Putri Koster menekankan bahwa menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini kepada anak-anak sangat penting. “Jika pengelolaan sampah berhasil diterapkan mulai dari diri sendiri, maka kita bisa menyebarluaskan kebiasaan ini kepada anggota keluarga lainnya, seperti suami, orang tua, maupun anak-anak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pembiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya di rumah akan membentuk karakter anak yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. “Ketika anak berada di luar rumah, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya akan tetap dilakukan dengan sadar. Dengan begitu, kita sudah mulai menjaga bumi sejak dini, dimulai dari rumah tangga,” tegasnya.

Cara Sederhana Mengelola Sampah dari Rumah

Anggota Tim PSBS PADAS, Prof. Luh Kartini, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah dengan cara sederhana, yaitu memisahkan jenis sampah. Sampah anorganik seperti plastik dan kaleng sebaiknya dikumpulkan dan diangkut ke TPS3R, sedangkan sampah residu seperti tisu dan popok dibawa ke TPST. Adapun sampah organik dapat diolah menjadi kompos menggunakan metode tebe modern atau tong komposter.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama sampah plastik, karena dapat menghasilkan zat beracun seperti dioksin yang berbahaya bagi kesehatan. “Zat ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan, infeksi paru-paru, bahkan penyakit kanker dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mendukung PSBS PADAS

Camat Busungbiu, I Ketut Suastika, dan Camat Gerokgak, I Gede Arya Rimbawa Giri, menyatakan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan program PSBS PADAS di wilayah masing-masing. Mereka menilai, gerakan PSBS PADAS bukan sekadar program atau regulasi, melainkan solusi nyata untuk menanggulangi persoalan sampah di Bali.

“Pengelolaan sampah berbasis sumber dimulai dari rumah tangga, lalu berkembang menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Bali Bersih Sampah demi masa depan anak cucu kita,” kata Camat Gerokgak.

Langkah Konkret untuk Menciptakan Lingkungan yang Lebih Bersih

Program PSBS PADAS memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan memisahkan sampah secara tepat, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi jumlah limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga mempercepat proses daur ulang dan pengolahan sampah yang lebih efisien.

Selain itu, program ini juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi bergantung pada penggunaan plastik sekali pakai, yang sering kali sulit didaur ulang dan berdampak buruk terhadap ekosistem laut dan darat. Dengan mengganti penggunaan plastik dengan bahan-bahan ramah lingkungan, masyarakat bisa turut serta dalam upaya melestarikan alam.

Pentingnya Kesadaran Bersama dalam Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap individu, keberhasilan program PSBS PADAS bisa dicapai secara maksimal.

Dalam hal ini, pendidikan lingkungan melalui keluarga dan sekolah menjadi kunci utama. Anak-anak yang diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan