Progres Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus
Progres Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus Gorontalo
Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus di kawasan kota tua Biawao, Gorontalo, terus berjalan dengan progres yang cukup signifikan. Saat ini, sekitar 7580 persen dari total pekerjaan telah selesai. Meski belum sepenuhnya rampung, panitia pembangunan mengklaim bahwa bangunan utama sudah berdiri kokoh dan siap untuk digunakan dalam waktu dekat.
Ketua Panitia Pembangunan, Frederik Putong, menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menuntaskan proyek ini meskipun masih menghadapi kendala pendanaan. Ia menjelaskan bahwa target awal adalah melakukan soft opening pada perayaan Natal 2026 mendatang. Meski tidak sepenuhnya selesai, gereja akan bisa difungsikan untuk kebutuhan ibadah umat Katolik.
Saat ini sudah sekitar 75-80 persen progresnya di situ, ujar Frederik kepada aiotrade. Pada Malam Natal 2026 ini kemungkinan akan dilaksanakan soft opening meskipun belum sepenuhnya selesai.
Sumber Pendanaan Masih Terbatas
Dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp9 miliar, panitia masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp2,5 hingga Rp3 miliar. Sejauh ini, pendanaan utama masih berasal dari swadaya umat Katolik Gorontalo. Frederik mengungkapkan bahwa upaya pengajuan bantuan ke pemerintah daerah, baik tingkat kota maupun provinsi, telah dilakukan sejak awal pembangunan. Namun hingga kini, belum ada kepastian bantuan yang diterima.
Selain itu, panitia juga menerima bantuan dari pihak lain, seperti CSR dari BI, Telkom, dan PLN. Namun jumlahnya terbatas. Dukungan juga datang dari keuskupan, namun kontribusinya relatif kecil dibandingkan total kebutuhan.
Desain Arsitektur yang Unik
Bangunan gereja ini memiliki desain arsitektur yang menarik. Jika dilihat dari atas, atap biru yang menjadi ciri khasnya membentuk simbol salib. Selain itu, patung Santo Kristoforus yang menggendong Yesus Kristus telah terpasang di bagian depan gereja sebagai ikon utama.
Frederik menjelaskan bahwa jika pendanaan berjalan lancar, pembangunan sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Paling lambat kalau dana normal, paling satu tahun, ujarnya.

Lokasi Strategis dan Simbol Kerukunan
Gereja ini berlokasi di Jalan Sutoyo dan Jalan 23 Januari, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan. Lokasinya berada di kawasan kota tua yang juga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama. Di sekitarnya terdapat kelenteng, wihara, serta tidak jauh dari Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo.
Gereja ini digadang-gadang akan menjadi salah satu gereja Katolik terbesar di Gorontalo. Dengan progres yang terus berjalan, diharapkan pembangunan dapat segera dituntaskan dan dimanfaatkan oleh umat Katolik di wilayah tersebut.