
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Rabu (12/11).
Gibran tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Ia tampak mengenakan pakaian batik kuning berlengan panjang yang mencerminkan gaya khasnya. Kehadirannya langsung menarik perhatian peserta rapat dan para jurnalis yang hadir.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam Rakornas tersebut, Gibran memberikan arahan kepada para menteri dan kepala daerah yang hadir. Fokus utamanya adalah upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
"Percepatan penurunan stunting ini adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Oleh sebab itu, program ini harus kita kawal bersama. Program ini harus kita keroyok bersama, dan saya rasa kuncinya di sini adalah sinergi antara pusat dan daerah," ujar Gibran saat berbicara di lokasi.

Dalam presentasinya, Gibran juga menyampaikan capaian pemerintah dalam menekan angka stunting. Menurutnya, atas arahan Presiden, pemerintah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting pada tahun 2024 menjadi 19,8 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang sebesar 20,1 persen.
Selain itu, jumlah anak yang terkena stunting turun sebanyak 357 ribu dibandingkan tahun 2023. "Ini angkanya di bawah, atau lebih baik dari proyeksi Bappenas," tambah Gibran.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji, hingga Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Hingga berita ini ditayangkan, acara Rakornas masih berlangsung dengan fokus pada diskusi dan strategi untuk mempercepat penurunan stunting di seluruh wilayah Indonesia.
Upaya Bersama untuk Menurunkan Stunting
Stunting merupakan masalah serius yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Untuk mengatasinya, diperlukan kolaborasi lintas sektor dan kebijakan yang efektif.
Beberapa langkah yang disampaikan dalam Rakornas antara lain:
Peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program penurunan stunting.
Penguatan data dan monitoring untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Peningkatan partisipasi masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya gizi seimbang dan perawatan ibu hamil.
Penggunaan teknologi dan inovasi dalam pendataan dan pengawasan kasus stunting.
Tantangan dan Peluang
Meski ada kemajuan, tantangan tetap ada. Beberapa daerah masih menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan. Selain itu, perlu adanya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemangku kebijakan untuk mendukung program ini.
Namun, dengan komitmen dan keterlibatan semua pihak, peluang untuk menurunkan angka stunting secara signifikan sangat besar. Dengan kerja sama yang solid, Indonesia dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Rakornas ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mengentaskan stunting sebagai salah satu prioritas nasional.