Alphabet, perusahaan induk Google, melakukan akuisisi terhadap Intersect, sebuah perusahaan pengembang energi terbarukan asal Amerika Serikat (AS), dengan nilai sebesar US$ 4,75 miliar atau setara Rp 79,66 triliun (kurs Rp 16.770/US$). Dengan akuisisi ini, Google berupaya memperkuat pasokan energi bersih untuk mendukung pengembangan pusat data (data center) yang dimiliki oleh perusahaan.
Sebelumnya, Google sudah memiliki saham minoritas di Intersect melalui putaran pendanaan sebelumnya. Akuisisi ini mencakup seluruh tim Intersect serta beberapa proyek energi dan pusat data yang sedang dalam pengembangan atau pembangunan, termasuk kemitraan sukses mereka dengan Google sebelumnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Intersect akan fokus pada pengembangan teknologi baru untuk meningkatkan dan mendiversifikasi pasokan energi, sambil tetap mendukung investasi pusat data Google di AS guna memenuhi permintaan pelanggan dan pengguna layanan Cloud-nya.
Operasional Intersect Tetap Terpisah dari Alphabet dan Google
Meskipun telah diakuisisi, operasional Intersect akan tetap berjalan secara terpisah dengan merek Intersect. Perusahaan akan bekerja sama erat dengan tim infrastruktur teknis Google, melanjutkan proyek-proyek bersama yang sedang dalam pengembangan maupun proyek baru. Kerja sama ini mencakup pusat data dan lokasi pembangkit listrik pertama yang diumumkan bersama oleh kedua perusahaan, yang sedang dibangun di Haskell County, Texas.
Aset operasi Intersect yang ada di Texas, serta aset operasi dan dalam pengembangan di California, tidak akan menjadi bagian dari akuisisi ini. Aset-aset tersebut akan terus beroperasi sebagai perusahaan independen, didukung oleh investor lama seperti TPG Rise Climate, Climate Adaptive Infrastructure, dan Greenbelt Capital Partners. Intersect berharap transisi berjalan lancar dan layanan tetap terjaga bagi pelanggan aset-aset tersebut.
Pernyataan dari CEO Google dan Intersect
Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet, mengatakan bahwa akuisisi ini akan membantu perusahaan memperluas kapasitas, beroperasi lebih gesit dalam membangun pembangkit listrik baru seiring dengan peningkatan beban pusat data, serta menata ulang solusi energi untuk mendorong inovasi dan kepemimpinan di AS.
“Intersect akan membantu kami memperluas kapasitas, beroperasi lebih gesit dalam membangun pembangkit listrik baru seiring dengan beban pusat data baru, dan menata ulang solusi energi untuk mendorong inovasi dan kepemimpinan AS,” ujar Pichai.
Sheldon Kimber, pendiri dan CEO Intersect, menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada inovasi di industri ini dan berharap dapat berakselerasi dalam skala besar sebagai bagian dari Google. Ia menegaskan bahwa infrastruktur modern adalah landasan daya saing Amerika dalam kecerdasan buatan (AI).
“Infrastruktur modern adalah landasan daya saing Amerika dalam kecerdasan buatan (AI). Kami sependapat dengan Google bahwa inovasi energi dan investasi masyarakat adalah pilar dari apa yang harus terjadi selanjutnya,” kata Kimber.
Proses Penutupan Kesepakatan
Kesepakatan antara Alphabet dan Intersect tunduk pada ketentuan penutupan yang biasa dilakukan dalam transaksi akuisisi. Proses ini diharapkan selesai pada paruh pertama tahun 2026.