Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Banten
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Banten menggelar acara Refleksi Hari Santri Nasional 2025 di Pondok Pesantren Al-Badar 2, Kabupaten Tangerang, pada Jumat malam, 24 Oktober 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi para kader Ansor, tokoh pesantren, serta santri dari berbagai wilayah untuk merenungkan peran santri dalam sejarah bangsa Indonesia.
Ketua PW GP Ansor Banten, Tb. Adam Ma’rifat, menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan peran besar santri dalam sejarah kebangsaan. Menurutnya, santri memiliki peran fundamental dalam menegakkan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kebangsaan yang menjadi fondasi kokoh berdirinya negara Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Makna dari peringatan ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian santri dalam membangun negeri,” ujar Tb. Adam Ma'rifat.
Ia menambahkan bahwa meski kiprah santri sering kali tidak tercatat secara formal dalam sejarah bangsa, semangat dan pengorbanan mereka telah menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan. Sejarah mencatat peristiwa besar Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang digagas oleh para ulama pesantren sebagai bukti nyata bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari keimanan.
“Dari pesantrenlah semangat mempertahankan kemerdekaan berkobar. Pondasi bangsa Indonesia sesungguhnya lahir dari nilai-nilai pesantren,” tutur Adam dengan tegas.
Peran Santri dalam Kebangsaan
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Badar 2, KH. Uwaes Al-Qarni, menegaskan bahwa keberadaan santri adalah benteng terakhir bangsa ketika keutuhan dan kedaulatan negara diuji. Ia menuturkan, dalam sejarah perjuangan, ketika semangat juang para pejuang mulai surut, mereka datang memohon nasihat kepada para kiai untuk mendapatkan kekuatan spiritual.
“Dari para ulama, lahir fatwa Mbah Hasyim Asy’ari yang menegaskan bahwa membela tanah air adalah bagian dari iman. Itulah semangat santri sejati,” ungkapnya.
KH. Uwaes juga menambahkan bahwa Hari Santri bukan hanya milik mereka yang hidup di pesantren, tetapi milik setiap insan yang memiliki hati santri—mereka yang cinta ilmu, tulus beramal, dan setia kepada negeri.
“Siapa pun yang menjaga nilai-nilai itu, di manapun ia berada, dialah santri sejati,” pungkasnya.
Kehadiran Para Tokoh dan Santri
Acara tersebut dihadiri oleh para kader Ansor, tokoh pesantren, serta santri dari berbagai wilayah. Momen ini menjadi ruang renungan bersama atas kiprah santri dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia. Para peserta tampak antusias mengikuti berbagai sesi diskusi dan pembicaraan yang diisi oleh para tokoh dan pemimpin organisasi.

Selain itu, acara juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan seperti tausiyah, dialog interaktif, dan pertunjukan seni yang menampilkan bakat-bakat muda santri. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri bukan hanya sekadar upacara formal, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat kebangsaan di kalangan santri.
Harapan untuk Masa Depan
Para tokoh dan peserta acara sepakat bahwa peringatan Hari Santri harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa santri dalam membangun bangsa. Mereka berharap agar generasi muda dapat belajar dari semangat dan perjuangan santri di masa lalu, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dengan adanya refleksi dan perayaan seperti ini, diharapkan semangat kebangsaan dan persatuan dapat terus ditegakkan, terutama di tengah tantangan-tantangan yang semakin kompleks di era modern ini.