Grab dan GoTo Gojek Dilaporkan Tawarkan Saham Emas ke Danantara

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 10x dilihat
Grab dan GoTo Gojek Dilaporkan Tawarkan Saham Emas ke Danantara

Peran Danantara dalam Rencana Penggabungan GoTo dan Grab

Sejumlah perusahaan besar di Indonesia, termasuk GoTo (Gojek dan Tokopedia) serta Grab, dikabarkan menawarkan saham minoritas kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Tujuannya adalah untuk memperoleh persetujuan atas potensi penggabungan antara dua perusahaan tersebut.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, pembahasan penggabungan mencakup usulan untuk memberikan Danantara hak khusus atas cabang Indonesia dalam entitas gabungan. Hak tersebut akan memberikan Danantara kesempatan untuk bersuara terkait isu-isu seperti gaji pengemudi. Seorang sumber mengungkapkan bahwa bisnis ini sarat dengan ketegangan politik karena jumlah pekerja yang besar dalam ekonomi gig. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sampai saat ini, GoTo Gojek Tokopedia dan Grab belum memberikan respons resmi terhadap kabar tersebut. Aiotrade.co.id sudah mengonfirmasi informasi ini, tetapi hingga kini belum ada jawaban dari kedua perusahaan.

Sejarah Isu Penggabungan

Isu tentang Grab yang ingin mengambil alih Gojek telah beredar sejak 2020. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pembahasan telah berlangsung sejak 2018. Pemberitaan mengenai kemungkinan penggabungan antara Grab dan GoTo Gojek semakin intensif pada 2024 dan terus berlanjut hingga 2025.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi akhirnya membenarkan kabar bahwa Grab ingin membeli saham GoTo Gojek Tokopedia. Ia menyampaikan bahwa Danantara terlibat dalam pembicaraan tersebut. Bentuk penggabungan bisa berupa merger maupun akuisisi, dan sedang dicari skemanya.

Ia juga memastikan bahwa hubungan antara Grab dan Gojek tidak akan memonopoli pasar. "Tidak," kata Prasetyo Hadi. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pembahasan wacana merger bertujuan agar bisnis berbagi tumpangan tetap berjalan. Namun, ia tidak menjelaskan alasan pasti mengapa kedua perusahaan membahas hal ini.

Komentar dari Analis

Analis Citigroup Ferry Wong mengatakan bahwa komentar dan peran Danantara menunjukkan dukungan dari pemerintah Indonesia. Namun, kemungkinan kegagalan atau penundaan tetap signifikan, mengingat pembicaraan merger sebelumnya sempat tersendat.

Berdasarkan laporan Bloomberg, pemegang saham GoTo termasuk SoftBank dikabarkan telah mengirim memo kepada dewan yang meminta pemecatan CEO Patrick Walujo pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) berikutnya. Dengan alasan penurunan tajam dalam harga saham, dua sumber lain yang mengetahui masalah tersebut mengonfirmasi laporan Bloomberg.

SoftBank menolak berkomentar terkait kabar ini. Direktur GoTo Gojek Tokopedia R. A. Koesoemohadiani menjelaskan bahwa agenda RUPSLB pada 17 Desember tidak berkaitan dengan isu penggabungan usaha dengan Grab. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang baik.

Koesoemohadiani juga membantah kabar penempatan escrow fund US$ 300 juta di Singapura terkait antara GOTO dan Grab, serta spekulasi pembelian kembali saham GoTo yang dimiliki Telkomsel. Ia menegaskan perusahaan tetap berkomitmen menyampaikan informasi secara transparan dan akurat kepada publik.

Dikutip dari Financial Times, Bloomberg, dan The Information, SoftBank, yang juga memiliki saham di Grab, telah lama mendorong merger Gojek dan Grab. Kehadiran mereka dalam proses ini menunjukkan bahwa langkah ini bukanlah sesuatu yang dilakukan secara mendadak, melainkan sebuah strategi jangka panjang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan