Grab kuasai 15,04% saham Super Bank


Grab Holdings kembali memperkuat posisinya sebagai pemegang saham strategis di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Dalam dua hari, 24–25 Februari 2026, perusahaan transportasi dan layanan digital ini membeli total 253,91 juta saham dengan nilai mencapai Rp 285,5 miliar.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, pembelian saham dilakukan melalui entitas A5-DB Holdings Pte. Ltd. Pada 24 Februari 2026, Grab mengakuisisi sebanyak 130 juta saham SUPA dengan harga Rp 1.100 per saham atau senilai Rp 143 miliar. Keesokan harinya, Grab kembali membeli 123,91 juta saham pada harga Rp 1.150 per saham, dengan total transaksi sebesar Rp 142,5 miliar.

Seluruh transaksi ini dilakukan dalam rangka investasi jangka panjang. Setelah aksi korporasi ini, kepemilikan Grab di SUPA meningkat dari sebelumnya 4,84 miliar saham atau sebesar 14,29% hak suara menjadi 5,1 miliar saham dengan porsi 15,04% hak suara.

Posisi Grab semakin kuat dan strategis di bank digital tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pengembangan SUPA sebagai salah satu bank digital terkemuka di Indonesia.

Respons pasar terhadap langkah ini tergolong positif. Pada perdagangan Rabu (25/2), saham SUPA dibuka di level Rp 1.050 dan ditutup di Rp 1.060, naik 3,92% secara harian. Dalam sepekan terakhir, saham SUPA menguat 4,43% dan telah melonjak 13,37% sejak awal tahun.

Kenaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja keuangan SUPA. Hingga November 2025, bank ini mencatatkan laba sebesar Rp 122,4 miliar, berbalik arah dari kerugian Rp 388 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja ini menjadi tambahan sentimen positif di tengah masuknya dana segar dari pemegang saham strategis. Salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan SUPA adalah kolaborasi dengan Grab, yang memberikan akses ke basis pelanggan besar serta infrastruktur teknologi yang canggih.

Berikut beberapa hal penting terkait aksi Grab di SUPA:

  • Peningkatan kepemilikan saham: Grab berhasil meningkatkan kepemilikan sahamnya dari 14,29% menjadi 15,04%, yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek SUPA.
  • Investasi strategis: Pembelian saham dilakukan dalam rangka investasi jangka panjang, bukan hanya untuk keuntungan jangka pendek.
  • Dampak positif pada pasar: Harga saham SUPA mengalami kenaikan signifikan, baik secara harian maupun mingguan, yang menunjukkan respons positif dari investor.
  • Kinerja keuangan yang membaik: Laba yang dicatatkan oleh SUPA pada November 2025 menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan peningkatan kepemilikan saham dan kinerja keuangan yang stabil, SUPA memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu bank digital unggulan di Indonesia. Kehadiran Grab sebagai pemegang saham strategis akan menjadi faktor pendukung utama dalam proses ekspansi dan inovasi yang dilakukan oleh bank tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan