
Perkembangan Keuangan Grab dan GoTo Gojek Tokopedia
Grab mencatatkan laba kuartalan sebesar US$ 17 juta atau setara dengan Rp 283 miliar pada kuartal III tahun 2025. Laba ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama karena peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional. Pada kuartal II 2025, Grab bahkan berhasil mencetak laba sebesar US$ 20 juta atau sekitar Rp 327,8 miliar. Berikut rincian laba per kuartal Grab:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Kuartal IV 2023: US$ 11 juta
- Kuartal III 2024: US$ 15 juta
- Kuartal IV 2024: US$ 11 juta
- Kuartal I 2025: US$ 10 juta
- Kuartal II 2025: US$ 20 juta
- Kuartal III 2025: US$ 17 juta
CEO Grab Group Anthony Tan menyatakan bahwa mesin pertumbuhan perusahaan terus mendapatkan momentum. Hal ini didukung oleh pertumbuhan nilai transaksi (GMV) layanan on-demand serta EBITDA positif selama 15 kuartal berturut-turut.
Laporan Keuangan Grab pada Kuartal III 2025
Dalam laporan keuangan untuk kuartal III 2025, Grab melaporkan beberapa peningkatan signifikan, termasuk:
- Laba periode berjalan: Naik 14% menjadi US$ 17 juta
- Laba usaha: Membaik dari negatif US$ 38 juta menjadi untung US$ 27 juta
- Pendapatan: Naik 22% menjadi US$ 873 juta, dengan rincian sebagai berikut:
- Pengiriman: Naik 23% menjadi US$ 465 juta
- Mobilitas (taksi dan ojek online): Naik 17% menjadi US$ 317 juta
- Keuangan: Naik 39% menjadi US$ 90 juta
- Bisnis lainnya: Naik 24% menjadi US$ 1 juta
Selain itu, Total EBITDA Segmen yang Disesuaikan naik 30% menjadi US$ 231 juta, yang terdiri dari:
- Pengiriman: Naik 42% menjadi US$ 78 juta
- Mobilitas: Naik 21% menjadi US$ 181 juta
- Keuangan: Turun 8% menjadi negatif US$ 28 juta
EBITDA yang Disesuaikan juga meningkat 51% menjadi US$ 136 juta, sementara arus kas dari operasional turun dari positif US$ 338 juta menjadi negatif US$ 127 juta.
GMV On-Demand naik 24% menjadi US$ 5,77 miliar, dengan rincian:
- Pengiriman: Naik 26% menjadi US$ 3,73 miliar
- Mobilitas: Naik 20% menjadi US$ 2 miliar
- Keuangan (penyaluran pinjaman): Naik 65% menjadi US$ 821 juta
Jumlah pengguna aktif bulanan (MTU) meningkat 14% menjadi 47,7 juta, sedangkan GMV On-Demand per MTU naik 7% menjadi US$ 133.
Proyeksi Pendapatan dan EBITDA untuk Tahun 2025
Dalam laporan keuangan setahun penuh 2024, Grab memperkirakan pendapatan tahun 2025 mencapai antara US$ 3,38 miliar hingga US$ 3,4 miliar, tumbuh sebesar 21% hingga 22%. EBITDA yang disesuaikan diproyeksikan naik 41% hingga 50% menjadi antara US$ 440 juta hingga US$ 470 juta pada 2025.
Grab juga merevisi proyeksi EBITDA yang disesuaikan menjadi US$ 490 juta hingga US$ 500 juta, atau naik 57% hingga 60%. Sementara itu, target pendapatan tidak berubah.
Chief Financial Officer Grab Peter Oey mengatakan bahwa hasil kuartal ini menggarisbawahi ketahanan model bisnis kontra-siklus perusahaan serta eksekusi yang kuat dari mitra dan karyawan.
GoTo Gojek Cetak Laba Sebelum Pajak untuk Pertama Kali
GoTo Gojek Tokopedia mencatatkan laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar Rp 62 miliar pada kuartal III 2025, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Ini merupakan pencapaian pertama perusahaan dalam mencetak laba sebelum pajak.
Direktur Utama Grup GoTo Gojek Tokopedia Patrick Walujo menyatakan bahwa kuartal III menjadi tonggak sejarah baru bagi perusahaan. Selain itu, EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai rekor sebesar Rp 516 miliar.
Rincian Laporan Keuangan GoTo Gojek Tokopedia pada Kuartal I 2025
- Rugi periode berjalan: Membaik 85% menjadi Rp 255 miliar
- Pendapatan bersih: Naik 21% menjadi Rp 4,7 triliun, dengan rincian:
- Layanan On-Demand (Gojek): Naik 10% menjadi Rp 3,2 triliun, yang terdiri dari:
- Delivery (GoFood dan GoSend): Naik 10% menjadi Rp 2,4 triliun
- Mobility (GoRide dan GoCar): Naik 11% menjadi Rp 95,3 miliar
- Layanan Fintech (termasuk GoPay): Naik 55% menjadi Rp 1,5 triliun, dengan pendapatan dari layanan pinjaman naik 84% menjadi Rp 1 triliun.
Nilai transaksi bruto (GTV) naik 28% menjadi Rp 176,5 triliun, dengan rincian:
- Layanan On-Demand: Naik 2% menjadi Rp 16,7 triliun, yang terdiri dari:
- Delivery: Naik 4% menjadi Rp 10,5 triliun
- Mobility: Naik 1% menjadi Rp 6,3 triliun
- Fintech: Naik 30% menjadi Rp 170 triliun. GTV Gopay tumbuh 48% menjadi Rp 95,3 triliun.
EBITDA yang disesuaikan naik 239% menjadi Rp 516 miliar, dengan rincian:
- Layanan On-Demand (Gojek): Naik 115% menjadi Rp 336 miliar, yang terdiri dari:
- Delivery: Naik 1.354% menjadi Rp 189 miliar
- Mobility: Naik 3% menjadi Rp 190 miliar
- Fintech: Membaik dari negatif Rp 65 miliar menjadi positif Rp 136 miliar
Perusahaan tidak menjelaskan secara detail penyebab pertumbuhan EBITDA di layanan delivery, tetapi menyatakan bahwa mereka terus mendorong pertumbuhan para pedagang dengan fitur promosi yang lebih tepat sasaran. Hal ini meningkatkan pendapatan dari iklan sebesar 2% dari GMV makanan serta belanja promosi yang meningkat 71%.
Kesimpulan
Baik Grab maupun GoTo Gojek Tokopedia mencatatkan kinerja positif selama kuartal III 2025. Grab terus menunjukkan pertumbuhan stabil, sementara GoTo Gojek Tokopedia berhasil mencetak laba sebelum pajak untuk pertama kalinya. Kedua perusahaan menunjukkan kekuatan dalam model bisnis mereka dan kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika pasar.