
Kunjungan Mahasiswa FISIP Unila ke DPD GRANAT Lampung
Pada hari Senin (10/11/2025), DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung di ruang utama Graha Karya. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara generasi muda dan organisasi masyarakat dalam melawan bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa FISIP Unila, antara lain Rachel Aulia Az-Zahra, Nia Angelina, Maudy Aprilica, Ruth Stevy Tobing, dan Abyas Fachri Efendi. Mereka disambut langsung oleh Ketua DPD GRANAT Lampung, H. Tony Eka Candra, bersama jajaran pengurus, di antaranya Ketua Harian Drs. Rusfian, MIP, Sekretaris Agus Bhakti Nugroho, SH., MH., serta Konselor Granat Rachmad Cahya Aji dan Toni Fisher, SE., SH. Hadir pula Wakil Sekretaris Dr. Bobby Bachri, H. Yuhadi, SHI., MH., Ali Chandra, S.Ag., dan Suwardi Bojes, SHI., beserta pengurus lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan itu, Tony Eka Candra mengajak mahasiswa berdialog tentang pentingnya gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi Indonesia yang kini menjadi salah satu target besar peredaran narkoba dunia. Setiap tahun, sekitar 18 ribu jiwa di Indonesia meninggal sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba, dan angka ini terus meningkat.
Tony yang juga dikenal sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Lampung menjelaskan bahwa jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia adalah ganja, ekstasi, dan sabu. “Sasarannya kini bukan hanya orang dewasa, tapi juga pelajar dan mahasiswa. Mereka terjebak karena rasa ingin tahu dan ajakan lingkungan,” ujar Tony. Ia menekankan bahwa bisnis narkoba adalah bisnis haram dengan perputaran uang yang sangat besar, sehingga membutuhkan upaya serius dan berkelanjutan untuk menekannya.
Menurut Tony, kondisi saat ini sudah melewati tahap darurat narkoba. “Indonesia bukan lagi dalam status darurat narkoba, tapi sudah masuk bencana narkoba,” tegasnya. Berdasarkan data nasional, terdapat 5,9 juta pengguna narkoba di Indonesia, dengan 128.529 di antaranya berasal dari Provinsi Lampung. Ironisnya, sekitar 22 persen pengguna berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa.
Tony menambahkan bahwa dari jutaan pecandu tersebut, hanya sebagian kecil yang berhasil pulih sepenuhnya. “Sebagian besar berakhir menjadi beban keluarga, masyarakat, bahkan negara. Banyak di antara mereka kehilangan masa depan,” ujarnya dengan nada prihatin.
Empat Metode Utama untuk Memberantas Narkoba
Sebagai solusi, Tony menguraikan empat metode utama yang harus dilakukan secara bersamaan untuk memberantas narkoba:
-
Metode preemtif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi publik agar masyarakat memiliki kesadaran tinggi tentang bahaya narkoba. Upaya ini dilakukan dengan prinsip KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). “Semakin banyak masyarakat tahu bahayanya, semakin kecil peluang narkoba meracuni lingkungan kita,” jelas Tony.
-
Metode preventif difokuskan pada pencegahan masuknya barang haram melalui jalur darat, laut, dan udara. Tony juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam membantu aparat menutup celah masuk narkoba, terutama melalui pelabuhan tikus dan jalur gelap di sepanjang pantai.
-
Metode represif menekankan pada penegakan hukum yang tegas berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tony menegaskan bahwa produsen, bandar, dan pengedar narkoba adalah musuh bangsa yang pantas dijatuhi hukuman berat, bahkan hukuman mati, untuk memberikan efek jera.
-
Metode rehabilitasi ditujukan bagi para pecandu agar bisa kembali menjalani kehidupan normal melalui pendekatan medis, psikologis, dan sosial. “Pendekatan ini harus terpadu dan berkesinambungan, karena tujuan akhirnya adalah menyelamatkan manusia, bukan hanya menghukumnya,” tutur Tony.
Peran Mahasiswa dalam Gerakan Anti-Narkoba
Tony menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya bergantung pada aparat penegak hukum. “Ini adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Pemerintah, aparat, masyarakat, dan generasi muda harus bersatu padu,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas narkoba. “Mahasiswa harus menjadi pionir gerakan anti-narkoba. Kalian adalah calon pemimpin masa depan, jangan biarkan generasi ini rusak oleh narkoba,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan, Tony berharap langkah nyata ini menjadi awal yang kuat untuk menciptakan Lampung sebagai provinsi pelopor dalam gerakan anti-narkotika di Indonesia. “Jika kita semua bersatu, saya yakin cita-cita Indonesia bebas narkoba bukan hanya impian, tetapi kenyataan,” tutupnya.