
Pameran Budaya di Pendopo Bupati Kayong Utara
Pendopo Bupati Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, menjadi tempat yang penuh semarak dan hidup saat berbagai pertunjukan seni khas daerah disajikan dalam gelaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), Selasa 16 Desember 2025 malam. Acara ini menampilkan berbagai bentuk ekspresi seni yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.
- Pembacaan Syair Gulung
- Tarian tradisional
- Permainan alat musik senggayong
- Bertutur dan bernyanyi
- Pertunjukan pantomim
- Pajangan lukisan
Seluruh rangkaian acara dikemas dengan nilai-nilai kebudayaan serta kearifan lokal yang kaya akan makna. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pendidikan, bertujuan sebagai ruang ekspresi seni sekaligus pembelajaran budaya bagi generasi muda.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, menjelaskan bahwa GSMS merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian pemerintah daerah terhadap para seniman lokal. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjaga dan melestarikan seni budaya daerah.
"Jadi kegiatan pada malam hari ini merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terhadap seniman-seniman yang ada di Kayong Utara," ujar Jumadi saat diwawancarai setelah kegiatan.
Ia menambahkan bahwa GSMS sejatinya merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan yang kemudian diadopsi oleh pemerintah daerah. Untuk di Kayong Utara, pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lokal, baik dari sisi seni, tokoh budaya, maupun seniman yang ada di daerah.
"Program ini sebenarnya dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan. Kita di daerah tinggal mengadopsi dan menyesuaikan dengan seni dan tokoh serta seniman yang ada di Kabupaten Kayong Utara," jelasnya.
Untuk tahap awal, GSMS dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Sukadana, Simpang Hilir, dan Teluk Batang. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa dari jenjang SMP, SMA, dan SMK, bersama 10 seniman, 10 asisten seniman, serta 10 sekolah.
Menurut Jumadi, keterlibatan peserta didik lintas jenjang ini diharapkan mampu membuka ruang pengembangan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak dini.
Ia berharap, ke depan program GSMS dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh sekolah-sekolah, khususnya sekolah yang belum memiliki guru seni budaya.
"Sekolah-sekolah yang tidak memiliki guru seni budaya bisa merekrut seniman-seniman lokal di sekitar sekolah untuk langsung mengajar. Itu tujuan kita, agar seniman lokal bisa menularkan ilmu-ilmu mereka kepada pelajar," ungkapnya.
Dengan keterlibatan langsung dari seniman lokal di lingkungan sekolah, Jumadi menilai proses pembelajaran seni akan menjadi lebih kontekstual, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan kecintaan pelajar terhadap budaya daerahnya.