Gubernur Aceh Buka Peluang Bantuan Internasional Hadapi Lonjakan Korban Jiwa

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Gubernur Aceh Buka Peluang Bantuan Internasional Hadapi Lonjakan Korban Jiwa

Pemerintah Aceh Terbuka Menerima Bantuan Internasional

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa mereka tidak pernah menutup pintu bagi bantuan internasional yang datang dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Eropa hingga Brunei. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh masyarakat internasional dalam upaya mempercepat pemulihan warga yang terdampak banjir bandang dan longsor.

“Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh,” tegas Mualem, seperti dikutip dari sumber berita lokal. Ia menolak anggapan bahwa Aceh mempersulit izin masuknya bantuan dari luar negeri. Menurutnya, dukungan internasional justru sangat penting untuk membantu proses pemulihan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bantuan dari Negara Tetangga

Beberapa bantuan internasional telah tiba di Aceh. Salah satunya berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia, yang memberikan obat-obatan dan tenaga medis. Mualem menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan secara tepat dan bahkan jumlahnya melebihi kebutuhan.

“Mereka hari Rabu akan datang membawa obat sebanyak tiga ton lagi dan dokter,” tambahnya. Ia memastikan bahwa semua bentuk bantuan, baik dari lembaga internasional maupun pemerintah asing, akan diterima dengan tangan terbuka.

Bantuan dari China

Sebelumnya, Mualem juga mengundang tim dari China untuk membantu pencarian korban banjir yang masih tertimbun lumpur. Tim ini terdiri dari lima orang yang menggunakan alat khusus untuk mendeteksi mayat di bawah tanah.

“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” ujar Mualem. Ia menambahkan bahwa wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang masih memiliki korban yang belum ditemukan.

Bantuan tersebut berasal dari perusahaan multinasional Upland Resources yang beroperasi di United Kingdom, Malaysia, dan Indonesia. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada Senin (15/12/2025) malam.

Bantuan Kemanusiaan yang Prioritas

Gubernur Aceh juga menyatakan bahwa bantuan akan didistribusikan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan terdampak parah oleh bencana. Wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, Beutong, dan Langsa menjadi prioritas utama.

Chairman & CEO Upland Resources, Datuk Bolhassan Di, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana internal perusahaan yang dilakukan di tiga negara tempat Upland beroperasi. “Alhamdulillah, PT kita Upland di UK, Indonesia, dan Malaysia dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 777 juta,” ujarnya.

Dana yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam bentuk pembelian kebutuhan pokok dari penyedia lokal di Aceh. “Kita dibantu oleh tim-tim di sini untuk menyediakan barang-barang lokal dan membantu menyebarkannya ke lokasi-lokasi yang diarahkan langsung oleh Bapak Gubernur,” tuturnya.

Semangat Kemanusiaan

Mualem menekankan bahwa semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama dalam menghadapi bencana, tanpa memandang latar belakang pemberi bantuan. “Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan