
Gubernur Jawa Tengah Dilantik sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi ditetapkan sebagai dewan pelindung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Tengah untuk periode 2025–2029. Pengukuhan kepengurusan organisasi ini dilakukan di Hotel Santika, Semarang, pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Luthfi menyampaikan bahwa PBPI harus menjadi organisasi yang mampu mempersatukan dan menciptakan atlet-atlet profesional. Ia berharap PBPI bisa menjadi lembaga yang akuntabel dan mampu melahirkan atlet yang berkualitas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang terbentuk. PBPI harus menjadi organisasi akuntabel yang bisa melahirkan atlet profesional,” ujarnya dalam sela acara pengukuhan pengurus.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara PBPI Jateng dengan KONI. Selain itu, ia meminta agar organisasi ini tidak hanya berhenti pada formalitas, tetapi mampu menyelenggarakan kompetisi padel di berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Jadi, padel tidak hanya primadona orang-orang tertentu, tetapi bisa untuk semua,” tambahnya.
Perkembangan Padel di Jawa Tengah
Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto Cahyo Wibowo Pangarso, mengatakan bahwa perkembangan padel di Jawa Tengah sangat signifikan. Hal ini terlihat dari penyebaran fasilitas lapangan padel yang tidak hanya ada di kota besar seperti Semarang, tetapi juga mulai menyebar ke daerah-daerah seperti Kendal, Pekalongan, Kudus, dan Karanganyar.
“Masih banyak lagi yang dalam tahap pembangunan. Artinya, perkembangan padel di Jateng sangat signifikan,” ujarnya.
Arganto menambahkan bahwa PBPI Jateng akan menjadi wadah untuk melahirkan banyak atlet yang menghasilkan prestasi. Salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan agenda kompetisi bergengsi.
“Akan ada turnamen dengan model series. Kami juga siap menggelar turnamen Padel merebutkan Piala Gubernur. Kami harap kolaborasi dengan pemerintah, pengusaha, dan komunitas terus berjalan, agar PBPI Jateng bisa berprestasi,” katanya.
Padel Bukan Sekadar Olahraga Rekreasi
Sementara itu, Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga rekreasi. Menurutnya, olahraga ini bisa menjadi prestasi yang membanggakan.
“Olahraga ini bukan hanya for fun (untuk senang-senang), tapi bisa jadi prestasi yang membanggakan. PBPI Pusat sudah mengirim timnas Padel ke Asia Cup,” ujarnya.
Galih menyebut bahwa Jawa Tengah memiliki atlet muda potensial. Ia menilai bahwa kunci keberhasilan adalah U-17. Maka dari itu, perlu adanya sosialisasi agar regenerasi atlet dapat berjalan secara baik.
Langkah-Langkah Strategis untuk Masa Depan Padel
PBPI Jateng berkomitmen untuk terus mengembangkan olahraga padel di wilayah Jawa Tengah. Beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain:
- Memperluas akses fasilitas lapangan padel ke berbagai daerah
- Mengadakan kompetisi berbasis series untuk meningkatkan tingkat persaingan
- Melibatkan pemerintah, pengusaha, dan komunitas dalam upaya pengembangan olahraga ini
- Menyosialisasikan program pengembangan atlet muda, khususnya di usia U-17
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai pihak, PBPI Jateng berharap bisa menjadi organisasi yang mampu menghasilkan atlet-atlet berkualitas dan berprestasi.