
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga kuat dalam seni dan budaya. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan kolaborasi yang bertujuan menunjukkan keunikan dan kekayaan tradisi Jakarta kepada dunia.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah kerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan bahwa seni dan budaya Jakarta harus bisa ditampilkan dengan baik agar menjadi daya tarik bagi masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif harus mampu menampilkan seni dan budayanya secara lebih baik dan rapi, sehingga menjadi pesona bagi orang yang datang ke Jakarta,” ujar Pramono saat meninjau Taman Ismail Marzuki (TIM) dan IKJ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11).
Kerja sama antara Pemprov DKI dan IKJ mencakup pengembangan ekosistem seni terpadu antara TIM dan IKJ. Pramono telah meminta IKJ menyiapkan blueprint untuk pengembangan ekosistem tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seni dan budaya Jakarta dapat tampil secara optimal.
Selain itu, Pemprov DKI dan IKJ akan menampilkan beragam karya dan kreativitas di berbagai forum mulai awal tahun depan. IKJ, yang dikenal sebagai gudangnya orang-orang penuh kreasi dan jiwa seni, akan tampil di forum-forum yang akan diselenggarakan di Kota Tua mulai awal tahun depan.
Bentuk kerja sama lainnya adalah menjadikan kawasan Kota Tua sebagai etalase seni dan budaya. Pengembangan akan dimulai aktif tahun depan seiring rampungnya pembangunan jalur MRT Fase 2A yang menghubungkan Monas hingga Kota Tua.
“Kami berharap panggung atau etalase yang digunakan IKJ, salah satunya ada di Kota Tua. Jika nantinya diperlukan ruang kuliah atau kegiatan seni di sana, dengan senang hati nanti kami siapkan,” kata Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor IKJ, Syamsul Maarif, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Gubernur DKI terhadap pengembangan IKJ dan revitalisasi kawasan seni di TIM. IKJ akan segera menyusun masterplan terintegrasi untuk membangun ekosistem seni dan budaya, baik di Kota Tua maupun di TIM.
“Terima kasih atas kehadiran Gubernur Pramono hari ini. Kita akan buat masterplan IKJ, baik di TIM dan Kota Tua, yang akan difungsikan sebagai etalasenya IKJ dan bagian dari kegiatan menyongsong ulang tahun ke-500 Kota Jakarta. Kami berharap, akses dapat dibuka, sehingga TIM dan IKJ menjadi satu ekosistem seni yang kuat,” tambah Syamsul.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochammad Miftahullah Tamary, menyatakan bahwa revitalisasi kawasan budaya seperti Kota Tua dilakukan agar kawasan tersebut menjadi pusat seni dan budaya. Selain itu, untuk memperkuat Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, pihaknya akan memperbanyak pertunjukan seni di ruang publik agar budaya hadir lebih dekat dengan warga.
“Kami ingin ekosistem budaya tidak hanya tumbuh dari atas, tetapi juga dari masyarakat. Karena itu, kami membuka ruang bagi budaya Betawi agar terus hidup,” ujar Miftah.