
Gubernur DKI Meninjau Lokasi Ledakan di SMA 72
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan langsung ke lokasi ledakan yang terjadi di SMA 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11). Ia tiba sekitar pukul 15.58 WIB bersama Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, dan Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan serta jajaran Pemprov DKI lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dengan mengenakan kemeja putih, Pramono memasuki area sekolah untuk meninjau titik ledakan. Namun, hanya dalam waktu sepuluh menit, ia dan rombongan kembali keluar dari area sekolah tanpa memberikan keterangan apa pun terkait insiden tersebut.
Korban Terluka Akibat Ledakan
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menjelaskan bahwa total 54 siswa mengalami luka ringan hingga sedang akibat ledakan di SMA 72 ini. Para korban telah dievakuasi ke RS Yarsi dan RS Islam Jakarta, Cempaka Putih.
"Data yang kita terima, 54 orang mengalami luka ringan hingga sedang. Ada yang sudah pulang sementara, dan perkembangan lebih lanjut akan diinfokan lagi," ujar Asep.
Pelaku Diduga Siswa Korban Bully
Seorang saksi mata yang juga merupakan siswa SMA 72 menyebutkan bahwa pelaku adalah teman satu sekolahnya, yaitu siswa kelas XII berinisial FN. FN dikenal sebagai sosok yang pendiam dan sering menyendiri di lingkungan sekolah. Selain itu, FN disebut kerap menjadi korban bullying.
ZA, salah satu saksi, menduga bahwa FN menyimpan dendam kepada teman-temannya karena perundungan yang dialaminya. Bahkan, FN mengaku telah menempelkan bahan peledak di tiga titik di sekolah, termasuk musala dan kantin.
Ledakan Pertama Terjadi Saat Salat Jumat
Ledakan pertama terjadi di musala saat salat Jumat berlangsung. Akibatnya, lebih dari 52 siswa mengalami luka. ZA mengatakan bahwa ia mendengar suara ledakan keras hingga dua hingga tiga kali. Saat dicek, ditemukan sejenis bom rakitan yang diduga dibuat dengan baterai dan kaleng minuman.
"Bomnya mirip kawat besi, bukan petasan kertas, tapi seperti kaleng minuman di dalam diduga ada bahan peledak," jelas ZA.