
Gubernur Jawa Timur Melepas Keberangkatan 16 Keluarga Transmigran
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melepas keberangkatan 16 keluarga transmigran dari halaman kantor gubernur di Jalan Pahlawan, pada Selasa (12/12/2025). Keberangkatan ini menjadi momen penting dalam program transmigrasi yang terus berjalan di provinsi tersebut.
Sebanyak 16 kepala keluarga (KK) asal Jawa Timur akan bertolak menuju tiga daerah tujuan transmigrasi. Mereka akan diberangkatkan ke Desa Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat; Desa Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan; serta Waleh SP.3, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Keberangkatan tahun ini memiliki makna istimewa karena seiring dengan transformasi kebijakan transmigrasi nasional yang digagas oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Transformasi ini dilakukan melalui pendekatan 5T, yaitu:
Trans Tuntas
Translok (Transmigrasi Lokal)
Trans Karya Nusantara (TKN)
Trans Patriot
Trans Gotong Royong*
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah memberikan motivasi dan doa kepada para transmigran agar dapat sukses dalam memulai langkah baru di tanah transmigrasi. Ia menekankan bahwa mereka akan mendapatkan fasilitas rumah serta lahan pertanian seluas 1 hektar untuk dikelola.
“Keberangkatan saudara hari ini adalah langkah berani untuk menjemput masa depan di tanah baru. Lahan yang menanti bukan sekadar ruang fisik, melainkan lembaran baru kehidupan yang akan dibangun dengan kerja keras, ketekunan, dan doa,” ujarnya.
Khofifah juga berharap para transmigran mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus agen perubahan di wilayah penempatan. Ia meminta mereka membawa nilai-nilai luhur Jawa Timur seperti kerja keras, keuletan, solidaritas, dan kebersamaan.
Selain itu, ia mendoakan anak-anak transmigran agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru serta tetap bersemangat menempuh pendidikan. Khofifah bahkan membagikan kisah inspiratif tentang seorang transmigran yang berhasil menempuh pendidikan hingga menjadi profesor di Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Jangan pernah ragu bermimpi. Siapa pun bisa sukses dari mana pun, termasuk dari daerah transmigrasi,” ucapnya.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga mengajak seluruh transmigran untuk senantiasa memperbanyak istigfar dan doa agar Allah SWT membukakan pintu kebaikan dan rezeki. Ia meminta para transmigran untuk tetap tenang meski harus berpisah jarak dengan keluarga, karena kemajuan teknologi saat ini memungkinkan komunikasi terjalin dengan mudah melalui berbagai sarana digital.
“Semoga Allah membukakan pintu rezeki, kemudahan, dan keberkahan. Semoga Allah menganugerahkan kebaikan dan membukakan pintu surga bagi seluruh orang tua dan kepada kita semua yang melaksanakan transmigrasi,” harapnya.
Program Transmigrasi Tetap Relevan dan Menarik Minat Masyarakat
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menyampaikan bahwa transmigrasi masih menjadi salah satu program prioritas strategis pembangunan nasional dan tetap relevan hingga saat ini. Di Jawa Timur, animo masyarakat terhadap program transmigrasi masih sangat tinggi. Setiap tahun jumlah pendaftar selalu melampaui kuota yang tersedia.
“Masyarakat masih menaruh harapan besar pada transmigrasi sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sigit mengungkapkan bahwa Trans Karya Nusa merupakan pola penciptaan lapangan pekerjaan bagi para pendatang di kawasan transmigrasi. Konsep ini sebelumnya dikenal dengan istilah Transigrasi Penduduk Asal (TPA) dengan diikuti 16 Kepala Keluarga 55 jiwa berasal dari 15 kab/kota.
Transformasi Transmigrasi juga menyertakan program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad). Di mana Jatim mengikutkan tiga kepala keluarga untuk mengikuti pelatihan Komcad di Bandung selama dua bulan.
“Pelatihan Komcad dari unsur Transmigran dibentuk Kementrian Transmigrasi untuk memperkuat pertahanan dan pembangunan SDM kawasan transmigrasi,” jelasnya.
“Komcad ini bertujuan menyiapkan SDM untuk tugas tanggap darurat. Para Transmigran yang mengikuti Komcad akan diberi pangkat setara TNI bedasarkan tingkat pendidikan yaitu Tamtama, Bintara dan Perwira,” imbuhnya.
Harapan Masyarakat yang Ikut Program Transmigrasi
Salah satu peserta transmigrasi asal Kabupaten Bojonegoro, Suhartini (44), mengaku mengikuti program ini demi meningkatkan taraf perekonomian keluarganya. Ia berharap kehidupan keluarganya akan lebih baik setelah menjadi transmigran di Desa Taramanu Tua, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Ia menyebutkan bahwa para transmigran mendapatkan fasilitas berupa rumah, lahan satu hektare untuk diolah, peralatan dan bibit pertanian, serta jaminan hidup selama satu tahun.
“Prosesnya mudah dan tanpa biaya. Harapan kami setelah mengikuti program ini bisa sukses dan membuktikan kepada keluarga bahwa kami mampu,” pungkasnya.