
Gubernur Bali Dukung Program SPPG untuk Percepat Pencegahan Stunting
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Bali. Dalam pertemuan yang berlangsung di Jayasabha pada Jumat (Sukra Pon, Julungwangi) 7 Nopember 2025, Gubernur menerima laporan langsung dari Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan, M.M., MBA.
Menurut laporan tersebut, percepatan pelaksanaan SPPG di Kabupaten Klungkung telah menunjukkan kemajuan signifikan. Saat ini, terdapat 4 dapur dalam proses pembangunan, 1 dapur sedang dalam survei, dan sebanyak 110 dapur sudah beroperasi secara penuh di Bali. Dari target sebanyak 1.049.967 penerima manfaat, baru tercapai 275.127 orang. Target utama adalah agar seluruh dapur beroperasi penuh pada Februari 2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Deputi Tigor Pangaribuan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Koster atas dukungan yang diberikan, karena saat ini SPPG di Bali telah mencapai 30 persen. Ia juga menekankan pentingnya program ini dalam mempercepat pencegahan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan stunting melalui pola asuh 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Antisipasi Kekurangan Bahan Pangan
Mendengar penjelasan tersebut, Gubernur Wayan Koster menyarankan agar dalam pelaksanaan SPPG di Bali juga dipertimbangkan antisipasi ketika terjadi kekurangan bahan pangan. Ia menginginkan agar Badan Gizi Nasional dapat memikirkan solusi jangka panjang untuk menghindari gangguan dalam penyediaan bahan pangan.
Sebagai penggagas Ekonomi Kerthi Bali, Koster menekankan pentingnya memperkuat serapan pangan lokal dalam program ini. Ia menyarankan agar produk-produk lokal seperti sayur mayur, telor, ikan, ayam, hingga buah-buahan Bali digunakan sebagai bahan utama dalam program SPPG.
"Hasil pertanian kita di Bali sangat cukup untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), jadi serapan pangan lokal Bali harus ditingkatkan dalam program ini," ujar Gubernur Bali, yang langsung mendapat sambutan positif dari Deputi Tigor Pangaribuan.
Strategi Pengembangan Program SPPG
Beberapa langkah strategis telah diambil untuk memastikan keberhasilan program SPPG di Bali:
- Peningkatan partisipasi masyarakat: Melalui sosialisasi dan edukasi, masyarakat diajak untuk lebih aktif dalam mengikuti program SPPG.
- Kolaborasi dengan petani lokal: Memperkuat kemitraan antara BGN dengan para petani setempat untuk memastikan pasokan bahan pangan yang stabil dan berkualitas.
- Penggunaan bahan pangan lokal: Mendorong penggunaan hasil pertanian lokal sebagai bahan dasar dalam program SPPG, sehingga meningkatkan ekonomi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan pendekatan ini, diharapkan program SPPG tidak hanya membantu pencegahan stunting dan KEK, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Bali.
Tantangan dan Solusi
Meskipun ada progres yang signifikan, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
- Keterbatasan anggaran: Untuk memastikan semua dapur beroperasi penuh, diperlukan alokasi dana yang cukup.
- Ketersediaan tenaga ahli: Pelibatan tenaga ahli gizi dan kesehatan diperlukan untuk memastikan program berjalan efektif.
- Pengelolaan logistik: Memastikan distribusi bahan pangan dan kebutuhan operasional dapur berjalan lancar.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kerja sama yang erat antara BGN, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Kesimpulan
Program SPPG di Bali menjadi salah satu upaya penting dalam mempercepat pencegahan stunting dan KEK. Dukungan dari Gubernur Bali, Wayan Koster, serta kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan fokus pada pemanfaatan bahan pangan lokal dan pengembangan infrastruktur dapur, diharapkan program ini akan berdampak positif jangka panjang.