
Gubernur Bali Apresiasi Pertukapan Budaya dengan Masyarakat Long Yan
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pertukaran Seni Budaya Suku Warga Long Yan dari berbagai negara, yang diselenggarakan oleh Yayasan Paguyuban Warga Long Yan di Ballroom Hotel Intercontinental, Jimbaran, Badung, Jumat (7/11). Acara ini menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi perdamaian dunia semakin memperkuat keyakinan banyak pihak untuk menjalin solidaritas dan persaudaraan antar bangsa, antar daerah, serta antar suku, meskipun memiliki perbedaan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat pelestarian nilai-nilai seni dan budaya yang luhur, serta komitmen untuk memperkuat hubungan antar bangsa melalui jalur diplomasi budaya," ujar Gubernur Wayan Koster. Ia menekankan bahwa acara ini menjadi jembatan antara masyarakat Long Yan dari berbagai negara, khususnya di Provinsi Bali-Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menghormati Hubungan Baik Indonesia dan China
Wayan Koster juga menyampaikan rasa hormat terhadap hubungan baik antara Indonesia dan China. Dalam kesempatan tersebut, ia hadir menggunakan baju berbahan kain tenun tradisional endek berwarna merah, yang sering digunakan oleh masyarakat China. "Saya sangat menyukai warna merah sesuai dengan partai yang saya miliki," tambahnya.
China dan Bali memiliki peradaban budaya yang kuat. Gubernur Koster mengakui bahwa China memiliki peradaban yang sangat kuat, mirip dengan budaya Bali. "Dengan peradaban yang kuat, China akan menjadi negara yang kuat dan besar di dunia," ujarnya. Selain itu, China dikenal sebagai negara maju yang didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemimpin Tiongkok yang Menginspirasi
Salah satu hal yang membuat Gubernur Wayan Koster mengagumi China adalah sosok Deng Xiaoping, pemimpin tertinggi Tiongkok dari tahun 1978 hingga 1989. Deng Xiaoping dikenal dengan pernyataannya bahwa "dirinya tidak akan pernah membedakan antara kucing berwarna hitam ataupun kucing berwarna putih, yang terpenting dia mampu menangkap tikus."
Selain itu, dalam masa kepemimpinannya periode I, Gubernur Koster berkesempatan menjemput Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping, saat kegiatan G20 pada tahun 2022 lalu.
Pentingnya Peran Budaya dalam Memperkuat Hubungan
Bali dan China memiliki hubungan yang erat dan saling menghargai. Ketekunan dan loyalitas masyarakat China, khususnya dalam bidang ekonomi, menjadi contoh yang pantas ditiru. Di masa depan, Bali diharapkan mampu memperkuat jati diri, membangun karakter bangsa, serta memperkokoh hubungan keluarga dunia, khususnya antara Indonesia dan China dalam membangun peradaban.
"Melalui budaya, kita mengenal nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita, yang mengajarkan kepada kita tentang kerja keras, kesetiaan, toleransi, dan keharmonisan kehidupan sosial," kata Koster.
Peran Budaya dalam Era Globalisasi
Di tengah tantangan globalisasi yang pesat, kegiatan pertukaran seni dan budaya menjadi sangat penting untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus membantu solidaritas antar bangsa. "Melalui seni dan budaya, kita dapat mengirimkan pesan perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan kepada dunia," ujarnya.
Disamping itu, di tengah era digital seperti saat ini, pelestarian budaya tidak hanya bisa dilakukan dengan cara konvensional saja. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendorong generasi muda dalam mempelajari, mengapresiasi, dan mengadaptasi budaya dalam bentuk kreativitas dan modernisasi.
Mendorong Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya
Pertukaran seni dan budaya seperti ini harus menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap seni dan budaya yang dimilikinya. Dengan demikian, generasi muda saat ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat menjadi pelaku dan pewaris budaya yang aktif, kreatif, dan meneruskan warisan leluhur ini.
Pemerintah Provinsi Bali sangat terbuka untuk bekerjasama dibidang kebudayaan. Ke depan, Yayasan Paguyuban Warga Long Yan Jakarta diharapkan dapat terus bersinergi dengan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan bahkan komunitas seni untuk mengembangkan program-program seperti festival budaya tahunan yang berskala internasional, pertukaran pelajar dan seniman antar negara, pameran lokakarya budaya, serta program pelatihan dan pengembangan ekonomi berbasis budaya.
"Melalui kerjasama yang berkesinambungan, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai luhur budaya tidak hanya akan mampu bertahan saja, tetapi akan tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Gubernur Bali Wayan Koster berharap, agar kegiatan ini menjadi langkah awal dari kerjasama yang lebih erat antara masyarakat Long Yan dari berbagai belahan dunia dengan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bali. Dan harapan yang besar disampaikan oleh Gubernur Wayan Koster, semoga dari pulau Bali akan memancar pesan damai, persaudaraan, dan harmoni bagi dunia.