Gubernur Mahyeldi Dapat Bantuan Rp500 Juta dan 10 Ton Beras untuk Tanggap Darurat Sumbar

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Gubernur Mahyeldi Dapat Bantuan Rp500 Juta dan 10 Ton Beras untuk Tanggap Darurat Sumbar
Gubernur Mahyeldi Dapat Bantuan Rp500 Juta dan 10 Ton Beras untuk Tanggap Darurat Sumbar

Bantuan dari Provinsi Jambi untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera Barat

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi berupa dana sebesar Rp500 juta dan beras sebanyak 10 ton untuk masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut telah langsung disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling terkena dampak, salah satunya adalah Kabupaten Solok.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di Istana Gubernur Sumatera Barat pada Selasa (16/12/2025). Acara ini turut dihadiri oleh rombongan dari Kabupaten Bungo, Kepala Badan Pangan, Dinas Kominfo, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Jambi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Apresiasi atas Bantuan yang Diberikan

Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi Jambi serta masyarakatnya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam mendukung percepatan masa tanggap darurat bencana yang berlangsung hingga 22 Desember 2025.

“Dengan bantuan ini, kami berharap proses tanggap darurat dapat berjalan lebih cepat. Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah mulai menyusun tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Bahkan, rapat persiapan sudah mulai dilakukan hari ini,” ujar Mahyeldi.

Ia mengungkapkan bahwa total kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sumatera Barat hingga saat ini mencapai lebih dari Rp5,2 triliun. Angka tersebut baru mencakup kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi dan masih berpotensi bertambah.

Dampak Bencana yang Sangat Parah

Dampak bencana juga tercatat sangat besar terhadap masyarakat. Sebanyak 244 orang dilaporkan meninggal dunia, 86 orang dinyatakan hilang, dan sekitar 296.307 jiwa terdampak di 16 kabupaten dan kota, dengan 13 daerah di antaranya mengalami dampak paling parah.

Kerusakan permukiman meliputi: - 1.891 rumah rusak berat - 2.963 rumah rusak sedang - 6.947 rumah rusak ringan - 41.751 rumah terendam - 773 rumah dilaporkan hilang tanpa bekas akibat tersapu material banjir

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti 153 rumah ibadah, 45 fasilitas kesehatan, 28 perkantoran, dan 437 sekolah. Mahyeldi menilai, dampak bencana kali ini lebih berat dibandingkan gempa bumi karena banyak bangunan yang benar-benar hilang dan hanya menyisakan lahan kosong.

Dampak pada Sektor Pertanian

Selain sektor permukiman, bencana juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. Sekitar 7.657 hektare sawah, lahan kering, kebun, dan kolam terdampak akibat tertimbun material berupa batu, kerikil, dan tanah, menyusul meluapnya sungai yang dipenuhi material banjir.

Mahyeldi menambahkan bahwa pemerintah pusat telah turun langsung ke lokasi terdampak. Presiden, Wakil Presiden, Menko PMK, BNPB, BPBD, serta kementerian dan lembaga terkait telah meninjau kondisi lapangan.

Kepercayaan terhadap Penanganan Bencana

Ia kembali menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jambi atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Kami mendoakan agar Provinsi Jambi selalu dijauhkan dari bencana,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, kunjungannya ke Sumatera Barat merupakan bentuk kepedulian sebagai saudara dan tetangga. Ia menegaskan, hubungan antara Jambi dan Sumatera Barat tidak dapat dipisahkan, baik secara sejarah maupun ikatan kekeluargaan.

“Bantuan ini merupakan gotong royong keluarga besar di Jambi untuk saudara-saudara kami di Sumatera Barat. Mudah-mudahan dapat meringankan beban,” ujar Al Haris.

Ia optimistis penanganan bencana di Sumatera Barat dapat berjalan dengan baik berkat pengalaman Gubernur Mahyeldi, soliditas OPD, serta dukungan dari pemerintah pusat dan berbagai provinsi lainnya.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari dana Rp500 juta dan 10 ton beras yang bersumber dari pemerintah daerah, belanja tidak terduga (BTT), Baznas, serta partisipasi masyarakat Jambi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan