Gubernur Maluku Utara: Jalan Trans Kieraha Buka Akses Ekonomi Baru dan Tingkatkan Konektivitas Sofif

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Gubernur Maluku Utara: Jalan Trans Kieraha Buka Akses Ekonomi Baru dan Tingkatkan Konektivitas Sofif

Jalan Trans Kieraha: Langkah Strategis untuk Membuka Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Sofifi

Jalan Trans Kieraha menjadi salah satu proyek infrastruktur yang dianggap strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah, khususnya di ibu kota provinsi Maluku Utara, Sofifi. Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar pembangunan jalan, tetapi merupakan langkah penting dalam membuka akses dan meningkatkan konektivitas.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sherly Laos saat menyampaikan pidato pada sidang paripurna pembicaraan tingkat II R-APBD Induk 2026 di Sofifi, Jumat (7/11/2025). Ia menjelaskan bahwa proyek jalan Trans Kieraha telah melalui kajian dan evaluasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan hasil kajian harga perkiraan sementara (HPS), ruas jalan sepanjang 29 kilometer membutuhkan anggaran sekitar Rp 90 miliar untuk pekerjaan lapisan sirtu (pasir batu).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Rp 90 miliar ini diambil dari pos belanja infrastruktur sebesar 10 persen dalam APBD," ujarnya. Dengan investasi ini, Pemprov akan memiliki akses darat dari Sofifi menuju bandara milik PT WBN di Kobe dengan waktu tempuh hanya sekitar satu jam.

Manfaat Jalan Trans Kieraha

Menurut Sherly Laos, keberadaan jalan Trans Kieraha akan membuka banyak akses investasi baru dan menjadikan Maluku Utara siap menjadi tuan rumah berbagai event nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur. "Program jalan Trans Kieraha adalah bagian dari visi saya bersama Wakil Gubernur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sofifi."

Ia juga menyebutkan bahwa selama 26 tahun menjadi ibu kota provinsi, Sofifi belum memiliki bandara dan perputaran ekonominya belum mencerminkan potensi Malut yang besar. Namun, dengan adanya bandara internasional yang kini dibangun PT WBN di Kobe, Halmahera Timur, menjadi peluang besar.

Dengan pembangunan ruas baru jalan Trans Kieraha, jarak Sofifi ke Kobe yang semula ditempuh 3 jam 5 menit, kini bisa dipangkas menjadi hanya sekitar 1 jam. "Jalur baru ini menghubungkan Sofifi ke Ekor sejauh 27 kilometer dan dari Ekor ke Kobe 36 kilometer. Totalnya sekitar 60 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam lebih," ungkap Sherly Laos.

Solusi untuk Masalah Konektivitas

Sherly Laos menilai proyek ini adalah solusi realistis untuk menjawab persoalan utama Sofifi selama ini, yakni minimnya konektivitas langsung. "Selama delapan bulan saya memimpin, banyak investor nasional dan internasional ingin datang ke Sofifi, tapi terkendala akses. Mereka tidak nyaman harus melalui Ternate dan menyeberang laut. Dengan adanya akses langsung dari Jakarta ke Kobe, konektivitas Sofifi akan terbuka luas," katanya.

Dengan terbukanya akses darat dan udara ini, ia optimistis akan menarik minat investor baru, terutama di sektor perhotelan, hilirisasi kelapa, rempah, dan perikanan. "Ketika konektivitas terbuka, investor akan datang. Akan ada pembangunan hotel, dan sektor-sektor unggulan kita seperti kelapa, rempah, serta perikanan akan ikut berkembang," tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Selain itu, pembangunan ruas Ekor–Kobe juga diharapkan menghidupkan lumbung pangan Halmahera Timur dengan memanfaatkan pasar besar di kawasan industri PT IWIP, yang memiliki sekitar 9.000 karyawan dan membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar setiap bulan. "Petani di Halmahera Timur nantinya bisa mengirim hasil produksinya ke Halmahera Tengah. Ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan daerah," jelas Sherly Laos.

Proyek Trans Kieraha sudah memiliki studi kelayakan (FS) dan dokumen Amdal, serta telah diserahkan ke TAPD dan Banggar DPRD Malut untuk dikaji lebih lanjut. Apalagi, pada perubahan APBD 2025 pekerjaan awal untuk pembukaan badan jalan sudah dianggarkan sebesar Rp 20 miliar.

Komitmen untuk Optimalisasi APBD

"Kami membuka ruang bagi kritik dan masukan demi optimalisasi penggunaan APBD Maluku Utara. Tujuan kami hanya satu yakni memastikan setiap program benar-benar mencerminkan amanah masyarakat. Bahwa anggaran ini harus memberi akses, ruang, dan peluang agar petani dan nelayan hidup lebih sejahtera, berkualitas dan bermartabat," tutupnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan