
Prioritas Utama: Ketersediaan Obat dan Kebutuhan Dasar bagi Warga Terdampak Banjir
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan bahwa penyediaan obat-obatan menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana banjir yang melanda wilayah Aceh. Hal ini disampaikannya setelah adanya peningkatan kasus gangguan kesehatan di kalangan masyarakat terdampak, khususnya iritasi dan gatal-gatal akibat paparan lumpur dan air banjir selama beberapa hari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Ini kekurangan sekali obat-obatan,” ujar Muzakir Manaf saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Penyampaian laporan tersebut dilakukan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (7/12) malam.
Selain masalah kesehatan, kebutuhan sandang juga menjadi isu mendesak. Banyak warga yang pakaian mereka rusak atau tertimbun lumpur. Muzakir, yang akrab dipanggil Mualem, mengungkapkan bahwa perlengkapan ibadah di berbagai lokasi tidak lagi layak pakai. Mayoritas masyarakat Aceh yang mengungsi saat ini tidak memiliki pakaian bersih untuk digunakan.
Masalah Pasokan Gas Elpiji dan Harga Sembako yang Melonjak
Masalah lain yang dihadapi adalah pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) yang mulai menipis dan menghambat aktivitas memasak warga terdampak banjir. Hal ini semakin memperparah kesulitan hidup masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana alam.
Situasi ini diperburuk oleh naiknya harga barang kebutuhan pokok di pasar. Pemerintah Provinsi Aceh menemukan adanya pedagang yang menaikkan harga sembako secara tidak wajar. “Satu papan telur bisa sampai Rp 100 ribu,” ujarnya.
Muzakir meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk merilis instruksi pengendalian harga kebutuhan pokok selama masa darurat bencana. Ia bahkan menyatakan bahwa jika Alfamart dan Indomart tetap menaikkan harga barang, maka izin usaha mereka akan dicabut.
Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk Pengelolaan Bantuan
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi agar manajemen penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat lebih menyesuaikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
“Ke depan kita akan lebih teliti dalam manajemen yang dibutuhkan rakyat. Saya kira obat-obatan harus segera prioritas,” kata Prabowo.
Prabowo juga meminta adanya langkah cepat untuk pengadaan pakaian bagi warga. Ia mengatakan langkah ini dapat diarahkan untuk meningkatkan produksi industri garmen dan tekstil dalam negeri. “Saya kira juga bikin proyek khusus pakaian ini. Jadi bisa kirim ke daerah-daerah,” ujarnya.
Dorong Partisipasi Publik dalam Bantuan
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mendorong partisipasi publik yang ingin menyumbangkan pakaian layak pakai. Prabowo menilai dukungan pemerintah harus berjalan berdampingan dengan solidaritas sosial sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana.
“Bisa digerakkan kelompok masyarakat, (bagi) yang mau menyumbang pakaian mereka yang masih bagus. Saya kira bisa ini kita tunjukkan gotong-royong dan solidaritas sosial kita,” kata Prabowo.
Data Korban dan Kerusakan Akibat Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan sementara hingga Minggu (7/12) tercatat 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Musibah itu juga menyebabkan 392 orang hilang dan 975.079 warga mengungsi.
Banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan lebih dari 147 ribu rumah dan 405 jembatan di tiga provinsi terdampak rusak. Kejadian itu juga menghancurkan 199 fasilitas kesehatan, 701 fasilitasn pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, dan lebih dari seribu fasilitas umum lainnya.
Kondisi Wilayah Terisolasi dan Perbaikan di Aceh Tamiang
Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto menjelaskan, jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh mencapai 366 orang, sementara 97 orang masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut juga memaksa 914.202 warga Aceh mengungsi.
Sejumlah wilayah yakni 232 desa di Kabupaten Bener Meriah dan 295 desa di Aceh Tengah yang tersebar di 14 kecamatan masih terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor. Selanjutnya, kondisi Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai menunjukkan perbaikan setelah bantuan logistik dapat masuk kawasan tersebut melalui jalur darat.