Gubernur NTT Hadiri Wisuda ke-26 Unipa Maumere, Sejarah Baru bagi Kampus
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ke-26 di Aula Nawacita Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Ini merupakan pertama kalinya seorang Gubernur NTT menghadiri acara tersebut sejak kampus itu berdiri selama dua dekade.
Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Unipa, Drs. Sabinus Nabu, menyebut kehadiran Gubernur sebagai momen bersejarah bagi lembaga pendidikan tinggi tersebut. Ia menilai kunjungan ini sebagai ‘kado terindah’, terutama setelah 20 tahun perjalanan universitas yang telah melahirkan hampir 10.000 sarjana di NTT.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Selaku Ketua Yayasan, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur karena sudah bisa hadir dalam wisuda angkatan ke-26. Unipa ini sudah berdiri 20 tahun, ini untuk pertama kalinya seorang gubernur hadir dalam wisuda,” kata Sabinus Nabu.
Ia menjelaskan bahwa selama ini beberapa gubernur sebelumnya, termasuk Frans Lebu Raya dan Viktor Laiskodat, memang pernah mengunjungi Kabupaten Sikka, namun belum pernah menghadiri langsung prosesi wisuda Unipa selain untuk urusan sosial-kemasyarakatan. Karena itu, kehadiran Gubernur Melki Laka Lena disebut membawa makna simbolis tersendiri bagi civitas akademika.

“Kehadiran Gubernur merupakan kado terindah baik bagi Unipa yang telah berdiri 20 tahun dan menghasilkan putra-putri Nusa Tenggara Timur, yang kurang lebih 9.706 atau hampir 10.000 sarjana,” ujarnya.
Selain menghadiri wisuda, pertemuan tersebut juga menjadi momentum penting untuk membahas perjuangan perubahan status Unipa menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sabinus menyebut, Gubernur Melki Laka Lena memberi ‘sinyal kuat’ untuk membantu proses tersebut.
“Gubernur menawarkan untuk membantu proses penegerian, karena menurut beliau di Flores sudah pantas ada satu PTN. Unipa karena punya sejarah yang panjang, keterlibatan pemerintah daerah sebagai yang menginisiasi dan memfasilitasi maka akan lebih mudah kalau perubahan status itu terjadi di Unipa,” ungkap Sabinus.
Ia pun berharap, dengan posisi saat ini sebagai Gubernur NTT dan Ketua DPD Partai Golkar NTT, melalui jalur politik dan koordinasi dengan pemerintah pusat, Melki Laka Lena dapat membantu mewujudkan impian tersebut, yakni memperjuangkan perubahan status Unipa menjadi PTN.
Sabinus menambahkan, upaya perubahan status Unipa menjadi PTN sebenarnya sudah dimulai sejak 2007, empat tahun setelah kampus itu berdiri pada tahun 2003. Namun hingga kini, proses tersebut masih menghadapi berbagai kendala.
“Saya selaku Ketua Yayasan, orang yang menggagaskan dan menyiapkan dokumen sejak berdirinya dari tahun 2003 hingga hari ini, mempunyai komitmen bahwa Unipa harus jadi negeri,” tegasnya.
Peran Gubernur dalam Membangun Perguruan Tinggi Negeri
Sementara itu, Gubernur Melki Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unipa bagi dunia pendidikan di NTT. Ia menilai tema wisuda tahun ini: “Bersinergi, Berdampak, dan Berkelanjutan”, sangat relevan dengan tantangan zaman.
“Pendidikan sejati harus melahirkan kolaborasi yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Melki Laka Lena.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang resmi menapaki babak baru kehidupan mereka. Gubernur NTT berpesan, wisuda bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan proficiat kepada seluruh civitas akademika, terutama para wisudawan yang hari ini menapaki babak baru kehidupannya,” pesannya.