
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama dengan Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, hadir dalam acara Bejepin Yok! 2025 yang diselenggarakan di Anjungan Kalimantan Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Acara ini menjadi momen penting bagi warga Kalimantan Barat yang tinggal di tanah perantauan untuk berkumpul dan merayakan budaya daerah mereka.
Bejepin Yok! 2025 turut dihadiri oleh Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, serta Tokoh Nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang. Selain itu, berbagai organisasi masyarakat dan masyarakat Kalimantan Barat yang merantau di Jakarta serta sekitarnya juga turut hadir dalam acara ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar tampil dengan pakaian Telok Belanga, sedangkan Ketua TP PKK mengenakan Baju Kurung, keduanya merupakan busana khas Melayu. Nuansa budaya Kalbar semakin terasa karena ratusan tamu yang hadir juga memakai pakaian adat serupa.
Acara Bejepin Yok! 2025 dirancang dengan berbagai kegiatan yang menampilkan kekayaan budaya Kalimantan Barat. Mulai dari tarian Melayu, Dayak, hingga Tionghoa, yang mencerminkan kerukunan dan kemajemukan masyarakat Kalbar.

Dalam sambutannya, Gubernur Norsan menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat perantauan asal Kalbar.
Acara Bejepin 2025 ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga wujud nyata semangat kita mempererat persaudaraan, melestarikan budaya daerah, dan memberdayakan pelaku UMKM, kata Norsan.
Lebih lanjut, Gubernur Norsan mengajak masyarakat Kalbar yang berada di perantauan untuk tetap berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Walaupun kita sudah berhasil di perantauan, jangan pernah lupa kampung halaman. Rumah kita adalah Kalimantan Barat, tempat kita lahir dan dibesarkan, pesannya.
Ia juga berharap kegiatan Bejepin Yok! dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap tahunnya sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga Kalbar di berbagai daerah.
Semoga pertemuan ini semakin mempererat silaturahmi dan kita selalu berkomitmen membangun Kalimantan Barat yang kita cintai, tutupnya.
Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan rasa bangga atas kekompakan masyarakat Kalimantan Barat yang tetap menjaga identitas budaya meski berada di tanah rantau.
Hari ini kita disatukan dalam semangat silaturahmi budaya. Walaupun berada di perantauan, kita tetap ingat dari mana kita berasal. Acara seperti Bejepin ini wajib kita dukung karena menjadi simbol persaudaraan dan jati diri masyarakat Kalimantan Barat, ujar Maman.
Maman juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam membangun daerah.
Segala sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil. Jika kita terus menjaga semangat kebersamaan, insyaAllah Kalimantan Barat akan terus eksis di berbagai bidang, politik, olahraga, akademik, maupun dunia usaha.
Agenda pun ditutup dengan makan saprahan bersama di Duplikat Keraton, Anjungan Kalimantan Barat TMII, sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Kalbar di rantau.
Semangat silaturahmi, pelestarian budaya, dan dukungan terhadap UMKM yang digaungkan oleh Gubernur Norsan dan Menteri Maman Abdurrahman diharapkan dapat terus berlanjut. Acara ini bukan hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga pengingat bagi seluruh masyarakat Kalbar di perantauan untuk senantiasa menjaga ikatan persaudaraan serta berkontribusi bagi kemajuan kampung halaman yang dicintai.