Gubernur Sherly Bocorkan Identitas Sultan Zainal Abidin Syah, Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional Hari

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 12x dilihat
Gubernur Sherly Bocorkan Identitas Sultan Zainal Abidin Syah, Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional Hari
Gubernur Sherly Bocorkan Identitas Sultan Zainal Abidin Syah, Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional Hari Ini

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Zainal Abidin Syah

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengungkapkan bahwa Sultan Zainal Abidin Syah, salah satu tokoh penting dari wilayah Maluku Utara, akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Sultan Zainal Abidin Syah atau dikenal sebagai Sultan Tidore ke-37 disebut sebagai tokoh pemersatu Wilayah Papua Barat. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sherly Tjoanda saat berada di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (10/11/2025).

Sherly Tjoanda mengatakan bahwa kedatangannya hari ini ke Istana Kepresidenan adalah untuk menghadiri acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa tokoh dari wilayah timur yang akan menerima penghargaan tersebut tahun ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Jadi hari ini adalah penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore ke-37 dan juga merupakan tokoh pemersatu Wilayah Papua Barat atau Irian Barat pada masa itu ke dalam negara kesatuan Republik Indonesia," kata Sherly Tjoanda.

Ia menekankan bahwa Sultan Zainal Abidin Syah tidak hanya menjadi tokoh pemersatu wilayah, tetapi juga pernah menjabat sebagai gubernur Irian Barat pertama yang ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno pada tahun 1956. Menurutnya, beliau merupakan tokoh penting dalam menjaga kesatuan wilayah dan kedaulatan Indonesia.

"Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini bukan hanya sebuah penghormatan kepada Sultan, tetapi juga bagi warga Indonesia Timur. Bagi kami, ini suatu pengakuan bahwa ada kontribusi besar dari Maluku Utara dan Indonesia Timur dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia," tambahnya.

Penyerahan Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

Pemerintah akan secara resmi menyerahkan gelar Pahlawan Nasional pada hari ini, Senin (10/11/2025), kepada sejumlah tokoh. Penyerahan gelar akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, nama-nama penerima gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan besok. "Besok, insya allah akan diumumkan," katanya kepada wartawan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).

Dalam rapat terbatas tersebut, dibahas mengenai finalisasi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional. Rencananya, pengumuman akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Iya (oleh Presiden)," katanya.

Menurut Prasetyo, terdapat sekitar 10 nama yang akan menerima gelar Pahlawan Nasional. Pemberian gelar ini sebagai bentuk penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu yang memiliki jasa besar terhadap bangsa dan negara.

"Itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara," ujarnya.

Prasetyo membenarkan bahwa salah satu dari 10 nama tersebut adalah Presiden ke-2 RI, Soeharto. Sebelumnya, wacana Soeharto menerima gelar Pahlawan Nasional memicu pro dan kontra.

"Ya masuk, masuk (Soeharto)," katanya.

Proses Pengusulan Nama-Nama Pahlawan Nasional

Diketahui, Pemerintah melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan berkas 40 nama usulan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional ke Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.

Beberapa nama yang tercantum dalam berkas tersebut adalah Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta tokoh buruh Marsinah. Gus Ipul mengatakan bahwa usulan nama-nama ini telah dibahas selama beberapa tahun terakhir.

"Ada beberapa nama yang memang kita bahas dan kita putuskan pada tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid dan juga ada Marsinah serta ada beberapa tokoh-tokoh yang lain," kata Gus Ipul.

Proses pengusulan nama-nama ini dimulai dari masyarakat serta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Nama-nama ini diajukan dan ditandatangani oleh bupati atau wali kota setempat. Dokumen kemudian ditandatangani gubernur dan diteruskan ke Kemensos.

"Kami melakukan pengkajian yang dikaji oleh tim (TP2GP). Hasilnya, hari ini saya teruskan kepada Pak Fadli Zon selaku Ketua Dewan Gelar. Ya tentu ini nanti selanjutnya akan dibahas sepenuhnya dan kita tunggu hasilnya secara bersama-sama," jelas Gus Ipul.

Beberapa nama lain yang juga diusulkan adalah Syaikhona Muhammad Kholil, KH Bisri Syamsuri, KH Muhammad Yusuf Hasyim, Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf, dan Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin.

Penyerahan berkas ini merupakan tindak lanjut dari rapat-rapat yang telah dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) atas usulan gelar Pahlawan Nasional dari berbagai provinsi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan