
Kebakaran Besar di Gudang Perusahaan Elektronik
Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang furnitur dan elektronik milik perusahaan Columbus Elektronik di Desa Aik Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Kejadian ini terjadi pada Kamis (23/10/2025) siang. Lokasi kebakaran berada di Gang Cabang, Jalan Aik Ketekok RT 12/04, Desa Aik Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Awal Terjadinya Kebakaran
Saat kebakaran terjadi, awalnya warga mengira hanya ada api kecil yang berasal dari seseorang yang membakar ban di sekitar area gudang tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, asap pekat hitam mulai menyebar dan semakin tebal. Warga pun mendekati lokasi dan melihat kobaran api sudah membumbung tinggi.
Pandu, seorang warga Aik Rayak, Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, mengungkapkan bahwa dirinya awalnya mampir ke tempat temannya yang berada tepat di belakang gudang. Ia dan temannya awalnya mengira ada orang yang sedang membakar ban, tetapi setelah 15 menit, api mulai membesar hingga mencapai atap gudang.
“Setelah itu kami langsung menelepon petugas pemadam kebakaran,” ujar Pandu.
Respons Petugas Pemadam Kebakaran
Petugas Damkar BPBD Kabupaten Belitung bersama dengan prajurit Batalyon TP 845/Ksatria Satam tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman api. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Agus Supriadi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 11.48 WIB.
“Kami mengerahkan tiga armada yaitu dua armada pemadam kebakaran dan satu suplai air. Total personel yang turun ada 25 orang,” kata Agus.
Menurut Agus, saat tim tiba di lokasi, api sudah membakar barang-barang di dalam gudang. Sebab, gudang tersebut menyimpan barang furnitur yang mudah terbakar. Petugas langsung memadamkan api dan melakukan pendinginan di dalam gudang.
Namun, kobaran api nampaknya cukup besar, karena besi penopang atap sudah bengkok dan dinding atas bagian belakang jebol.
Tantangan dalam Pemadaman
Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah jarak sumber air yang terlalu jauh dari lokasi kebakaran. Agus menjelaskan bahwa mereka harus berpindah mobil ketika suplai air habis.
“Karena kami mengisi air tangki itu hanya di Kolong Keramik. Jadi jaraknya agak jauh untuk isi ulang tangki,” katanya.
Pantauan aiotrade menunjukkan bahwa hingga pukul 12.50 WIB, petugas masih terus berupaya melakukan pemadaman api yang masih tersisa di dalam gudang.
Kerugian yang Ditimbulkan
Pjs Manajer Columbus, Chandra, mengungkapkan bahwa akibat kebakaran tersebut, berbagai jenis barang furnitur dan elektronik, baik dalam kondisi baru maupun bekas yang disimpan di dalam gudang, ludes terbakar.
“Gudang ini isinya furnitur dan elektronik. Kalau nilai asetnya itu mencapai Rp1,3 miliar,” ujar Chandra.
Ia mengaku kaget ketika ditelepon oleh pegawainya yang mengabarkan gudang mereka terbakar. Setelah tiba di lokasi, api sudah membesar disertai asap hitam tebal.
Menurut Chandra, kebakaran terjadi saat penjaga gudang sedang pulang istirahat makan. “Penjaganya ada tapi pukul 11.30 WIB, mereka istirahat. Informasi dari tetangga, sekitar 10 menit penjaga pulang, terjadi kebakaran,” ungkap Chandra.
Ia menambahkan, informasi dari tetangga menyebutkan bahwa asap pertama kali terlihat di sudut belakang samping kanan gudang. Namun, setelah dikonfirmasi ke penjaga gudang, di sudut tersebut tidak ada instalasi listrik.
“Itu informasi dari tetangga, tapi kalau penyebab pastinya belum tahu,” ujarnya.