Gunung Semeru Meletus Beruntun, Abu Vulkanik 700 Meter di Puncak

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Gunung Semeru Meletus Beruntun, Abu Vulkanik 700 Meter di Puncak

Gunung Semeru Kembali Meletus, Tiga Kali Dalam Waktu 30 Menit

Pada hari Selasa pagi, 21 Oktober 2025, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi beruntun. Dalam waktu sekitar 30 menit, terjadi tiga kali letusan yang tercatat pada pukul 05.21 WIB, 05.32 WIB, dan 05.53 WIB. Informasi ini berasal dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketinggian kolom abu yang terbentuk mencapai kisaran 600 hingga 700 meter di atas puncak gunung. Warna abu yang teramati adalah putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, dan arah penyebarannya condong ke selatan. Letusan tersebut juga tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 2 detik.

Liswanto, petugas Pos PGA Semeru yang berada di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, menyampaikan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru tetap berada pada level II (Waspada). "Status tetap di level II," ujarnya dalam laporannya.

Data Gempa Selama 24 Jam Terakhir

Dalam pengamatan kegempaan selama 24 jam terakhir hingga dini hari Selasa, Pos PGA Semeru mencatat berbagai jenis gempa. Di antaranya:

  • Gempa letusan/erupsi: Sebanyak 55 kali dengan amplitudo 10-23 mm dan durasi 64-154 detik.
  • Gempa guguran: Sebanyak 40 kali dengan amplitudo 2-10 mm dan durasi 30-110 detik.
  • Gempa embusan: Sebanyak 15 kali dengan amplitudo 2-7 mm dan durasi 43-97 detik.
  • Gempa harmonik: Sebanyak 7 kali dengan amplitudo 3-6 mm dan durasi 93-960 detik.
  • Gempa tektonik jauh: Sebanyak 6 kali dengan amplitudo 4-12 mm, S-P 12-104 detik, dan durasi 38-256 detik.

Rekomendasi dari PVMBG

Di level Waspada, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi untuk masyarakat. Antara lain:

  • Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 8 kilometer dari puncak.
  • Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
  • Tidak beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Imbauan khusus diberikan untuk wilayah sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan