Guru Meditasi: Korban Bencana Sumatra dan Aceh Membutuhkan Bantuan Trauma

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 20x dilihat
Guru Meditasi: Korban Bencana Sumatra dan Aceh Membutuhkan Bantuan Trauma

Meditasi sebagai Alat Penyembuhan Trauma Pasca Bencana


Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh tidak hanya mengakibatkan hilangnya nyawa, kerusakan bangunan, dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan trauma yang mendalam bagi para korban. Guru meditasi dan pakar energi Bunda Arsaningsih menekankan bahwa meditasi bisa menjadi salah satu cara untuk membantu penyembuhan trauma tersebut.

Bunda Arsaningsih menjelaskan bahwa setiap bencana memiliki radiasi energi negatif seperti ketakutan, cemas, marah, kehilangan, kecewa, dan sedih. "Kami melakukan meditasi untuk membersihkan energi trauma di tempat-tempat yang terkena bencana," ujar Bunda Arsaningsih saat berbicara dalam Soul Conference ke-10 di Banyuwangi, Jawa Timur.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Bunda Arsaningsih, meditasi dapat membantu para korban meredakan emosi negatif mereka. "Setelah energi dibersihkan, mereka akan merasa lega dan semangat kembali, sehingga jiwanya menjadi lebih kuat," tambahnya.

Peraih dua rekor MURI ini memiliki pendekatan spiritual unik. Pertama, pengukuran radiasi energi bernama SOUL Meter (Measurement Technique of Radiation). Kedua, meditasi SOUL Reflection, yakni meditasi refleksi atau berkesadaran yang terhubung dengan kekuatan Tuhan.

Metode Soul Reflection membantu individu memahami diri mereka melalui refleksi mendalam. Inti dari metode ini adalah membersihkan energi negatif yang menghambat keseimbangan mental dan emosional, sehingga individu dapat mencapai kedamaian batin dan kejernihan pikiran.

Pada Soul Conference ke-10, Bunda Arsaningsih membimbing meditasi sekitar 700 peserta yang hadir secara online maupun langsung di Aston Banyuwangi Convention Centre. Peserta diajak terhubung dengan Tuhan dan membersihkan kekotoran batin mereka. Selanjutnya, mereka meradiasikan energi positif ke daerah-daerah yang terkena bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

"Dengan meditasi Soul Reflection jarak jauh, secara energi bisa menurunkan energi Tuhan, paling tidak membersihkan rasa tidak enak kepada para korban," kata Bunda Arsaningsih.

Soul Conference ke-10 yang berlangsung pada 5–7 Desember 2025 ini juga dihadiri oleh mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Ganjar yang kini aktif dalam program Teman Cerita, yaitu kegiatan sosial pemberian konselor bagi kesehatan mental anak muda, menyampaikan bahwa pasca bencana, banyak korban yang kehilangan keluarga dan membutuhkan pendampingan mengatasi tekanan mental mereka.

Ganjar mengutip hasil riset Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022 yang menyatakan bahwa 1 dari 8 orang di dunia hidup dengan gangguan mental. "Orang yang memiliki support system kuat punya risiko depresi dua hingga tiga kali lebih rendah," ujarnya.

Pentingnya Menjaga Keseimbangan Alam

Bunda Arsaningsih menyatakan bahwa spiritual terkait hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Terkait bencana yang terjadi di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, menunjukkan ketidakseimbangan hubungan manusia dengan alam.

Dalam konferensi di Banyuwangi, Bunda Arsaningsih memberikan pembelajaran tentang hubungan manusia dengan alam. "Saya memberikan pemahaman kepada para peserta agar mereka menambah keselarasan dengan alam. Sekaligus kita menyatu dengan alam, merasakan bagaimana Tuhan menciptakan alam ini dengan sangat indah. Kita perlu menjaganya, tidak merusak, karena itu bagian dari proses spiritual," jelasnya.

Pembelajaran di alam berlangsung di kawasan hutan De Djawatan yang dikenal magis, mirip dengan Hutan Fangorn dalam film Lord of the Rings. Pohon-pohon trembesi berusia ratusan tahun tampak kokoh dan kuat di kawasan ini.

Tahun ini adalah SOUL Conference yang ke-10. Mengangkat tema besar “Bertumbuh Menyeluruh (Holistic Growth)”. Banyuwangi sebagai lokasi konferensi memiliki simbol-simbol spiritual khas, salah satunya Gajah Oling.

Dalam tradisi masyarakat Osing, gajah melambangkan kebesaran dan kekuatan Sang Pencipta, sementara kata “Oling” berasal dari “eling” yang berarti kesadaran dan kemampuan untuk selalu mengingat Tuhan. Perpaduan kekuatan dan kesadaran inilah yang menjadi dasar pemahaman pertumbuhan menyeluruh dalam empat aspek kehidupan: kesehatan, hubungan, kemakmuran, dan spiritualitas.

“Filosofi Gajah Oling ini selaras dengan perjalanan batin manusia. Ia mengingatkan kita untuk bertumbuh secara seimbang—tidak hanya fisik dan pikiran, tetapi juga energi dan spiritualitas,” kata Bunda Arsaningsih.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan