
Kembali ke Tanah Air, Rifki Nurwan Aziz Berjuang untuk Pendidikan yang Merata
Rifki Nurwan Aziz, lulusan Universasi Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, memilih kembali ke Indonesia setelah menempuh studi di Australia. Ia memutuskan untuk mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Keputusan ini didorong oleh keinginannya untuk berkontribusi langsung pada program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia percaya bahwa pendidikan yang merata adalah kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.
Program dari Pak Presiden ini memiliki tujuan besar: memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Saya ingin menjadi bagian dari perjuangan itu memberikan motivasi dan semangat agar anak-anak bisa percaya diri dan meraih masa depan yang lebih baik, ujar Rifki saat ditemui di Kompleks Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, pekan ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Setelah lebih dari tiga bulan mengajar, Rifki mulai melihat perubahan besar pada murid-muridnya yang mayoritas berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Anak-anak yang dulu pemalu dan enggan berbaur kini lebih percaya diri, aktif bertanya, serta berani tampil di depan kelas.
Pertama kali melihat anak-anak, mereka itu seperti tidak ada harapan untuk bisa berkembang malu-malu dan sulit berbaur. Tapi dengan berjalannya waktu, Alhamdulillah anak-anak sekarang menjadi percaya diri, ungkap guru yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SRMA 13 Bekasi itu.
Ia menuturkan, para siswa kini mulai menemukan minat dan bakat mereka. Ada yang aktif di paduan suara, paskibra, hingga olahraga pencak silat.
Dulu mereka membisu, tidak ada kreativitas. Sekarang senyumnya mulai lebar, semangat belajarnya tumbuh. Karena ekonomi bukan lagi halangan untuk mereka bisa mencapai cita-cita, tambah Rifki, yang mengajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).
Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo memang tepat sasaran. Program ini tidak hanya memberi kesempatan belajar bagi anak-anak miskin, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan baru bagi mereka.
Para guru, kata Rifki, berusaha menggali potensi siswa sekaligus memberikan tantangan agar mereka belajar dengan nyaman dan bersemangat. Hasilnya pun menggembirakan: kelompok paduan suara SRMA 13 Bekasi sempat tampil di Istana Negara saat upacara HUT ke-80 Republik Indonesia beberapa waktu lalu.
Perubahan yang Menginspirasi
Ia juga mengaku terharu melihat semangat siswa-siswi dari keluarga pemulung yang memiliki cita-cita tinggi. Salah satunya Jumaro, siswa kelas 1E.
Jumaro ingin menjadi biologis. Dia bercita-cita kuliah di IPB untuk belajar cara membuat lingkungan Bantar Gebang lebih bersih dan wangi. Katanya, Sekarang baunya menyengat sekali, saya ingin sekolah tinggi supaya bisa memperbaikinya, tuturnya.
Bagi Rifki, perubahan sikap dan semangat para siswa itu adalah bukti nyata bahwa pendidikan bisa mengubah nasib. Saya yakin cita-cita mereka bisa tercapai. Jangan menyerah, semangat terus belajar. Pelan-pelan saja, pasti bisa, ujarnya penuh haru.
Di akhir, Rifki menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menginisiasi program Sekolah Rakyat.
Terima kasih, Pak Presiden Prabowo. Program ini sangat baik dan tepat sasaran. Bagi mereka yang menganggap ekonomi sebagai penghalang terbesar untuk menggapai cita-cita, Sekolah Rakyat telah membuktikan bahwa pendidikan bisa memutus rantai kemiskinan, tutupnya.