Identitas Tersangka Penembakan di Acara White House Correspondents' Dinner
Tersangka penembakan Cole Allen (31) adalah lulusan Caltech dan mantan guru berprestasi yang diduga bertindak sebagai lone wolf untuk menyerang pejabat administrasi Trump. Allen menyerbu lokasi dengan membawa shotgun, pistol, dan belasan pisau, serta sempat melepaskan hingga 8 tembakan yang melukai seorang agen Secret Service.
Selain pasal penyerangan pejabat federal, FBI kini tengah menggeledah kediaman Allen di California untuk mendalami motif politik di balik aksi teror tersebut.

Jejak Akademik dan Karier yang Kontras
Cole Allen diketahui merupakan lulusan dari institusi teknologi bergengsi dunia, California Institute of Technology (Caltech), pada tahun 2017. Tak hanya itu, penelusuran rekam jejaknya mengungkap bahwa Allen pernah bekerja di sebuah firma bimbingan belajar bernama C2 Education.
Ironisnya, pria yang kini dijuluki sebagai "serigala sendirian" (lone wolf) oleh Presiden Trump ini sempat meraih penghargaan "Teacher of the Month" pada Desember 2024. Kontrasnya latar belakang sebagai pendidik berprestasi dengan aksi kekerasan bersenjata ini menjadi fokus penyelidikan intensif FBI dan kepolisian setempat.
Kronologi Serangan "Brutal" di Washington Hilton
Kepala Polisi Metropolitan D.C., Jeff Carroll, mengungkapkan bahwa Allen bertindak sangat terencana. Tersangka diketahui menginap di Hotel Washington Hilton sebagai tamu sebelum melancarkan aksinya.
Saat mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan, Allen dipersenjatai dengan senapan mesin (shotgun), pistol, serta sejumlah pisau. Setidaknya lima hingga delapan tembakan dilepaskan dalam insiden tersebut. Seorang agen Secret Service terkena tembakan, namun nyawanya terselamatkan berkat rompi anti-peluru.
Presiden Trump sendiri sempat mengunggah foto Allen yang bertelanjang dada dengan tangan terikat di lantai hotel melalui akun Truth Social-nya pasca-penangkapan.
Motif dan Ancaman Hukuman Mati
Dua sumber penegak hukum menyebutkan bahwa Allen secara terbuka mengaku ingin menembak para pejabat pemerintahan Trump. Jaksa Wilayah D.C., Jeanine Pirro, menegaskan bahwa niat tersangka adalah menimbulkan kerusakan dan luka sebanyak mungkin.
"Jelas sekali individu ini berniat melakukan bahaya besar," ujar Pirro. Allen kini menghadapi dakwaan berlapis, mulai dari penggunaan senjata api untuk kejahatan kekerasan hingga penyerangan terhadap pejabat federal menggunakan senjata mematikan.
Tersangka dijadwalkan akan menjalani persidangan perdana di pengadilan federal pada Senin (27/4/2026) waktu setempat.