Guru SMP Surabaya Mewakili Indonesia di Konferensi Pendidikan Korea Selatan

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Guru SMP Surabaya Mewakili Indonesia di Konferensi Pendidikan Korea Selatan


Prestasi luar biasa diraih oleh dunia pendidikan Kota Surabaya. Uswatun Khasanah, seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 22 Surabaya, terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang 4th International Conference on Education 2025 yang diselenggarakan di Sejong, Korea Selatan. Keikutsertaan Uswatun dalam konferensi ini menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam bidang pendidikan internasional.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa konferensi internasional bergengsi ini dihadiri oleh 20 pendidik dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Turkiye, Prancis, Jepang, Malaysia, Taiwan, dan Thailand. Selain itu, peserta juga dihadiri oleh para pendidik dan akademisi dari berbagai kota di Korea Selatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dari Indonesia hanya dua guru yang mendapat undangan khusus, yaitu Uswatun Khasanah dari SMPN 22 Surabaya dan Urifah dari SD Muhammadiyah 08 Dau, Malang,” ujarnya.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Divisi Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sejong, Korea Selatan, dengan tema utama “Global Education and Solidarity for the Next Generation”. Tema ini menekankan pentingnya peran pendidikan global dalam membangun solidaritas, keberlanjutan, serta kesiapan generasi masa depan menghadapi perubahan dunia yang cepat.

Rangkaian kegiatan konferensi berlangsung selama tiga hari. Pada Kamis, 20 November 2025, peserta mengikuti kedatangan dan pre-meeting. Di hari berikutnya, Jumat, 21 November 2025, peserta mengunjungi beberapa sekolah seperti Boram Elementary School, Geulbeot Middle School, dan Haemil Elementary School. Kegiatan dilanjutkan dengan opening ceremony, keynote speech tentang Curriculum Development in an Age of Uncertainty, diskusi panel pendidikan global, serta sesi perancangan dan kolaborasi proyek lintas negara.

Pada Sabtu, 22 November 2025, kegiatan berlanjut dengan presentasi pendidik internasional, pemaparan hasil kerja kelompok, dan upacara penutupan. Undangan kepada Uswatun Khasanah tidak lepas dari kiprahnya dalam kolaborasi dan pertukaran pendidikan internasional, khususnya dengan Korea Selatan.

Sejak 2022 hingga 2025, Uswatun aktif mendampingi siswa SMPN 22 Surabaya dalam berbagai program internasional, seperti Korea-ASEAN Youth Ambassadors Virtual Leadership Program, pertukaran daring Indonesia–Korea, dan mengajar selama tiga bulan di Geulbeot Middle School dalam program Indonesian–Korean Teacher Exchange 2023 yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen RI, di Sejong, Korea Selatan.

Selain itu, Uswatun juga terlibat dalam Indonesian–Korean Student’s Climate Change Conference berbasis proyek SDGs. Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen Dispendik Kota Surabaya dalam mendorong guru berdaya saing global, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan praktik pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Guru Bahasa Inggris SMPN 22 Surabaya, Uswatun Khasanah, menyampaikan bahwa partisipasinya dalam program Indonesian–Korean Teacher Exchange 2023 dilaksanakan secara resmi dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya.

“Dalam program tersebut saya mengajar selama tiga bulan di Sejong, Korea Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan izin kerja sama Pemkot Surabaya dan ditandatangani langsung oleh Bapak Wali Kota,” ujarnya.

Uswatun berharap kehadiran guru Surabaya di forum internasional dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan daerah. Ia berharap kehadiran guru Surabaya di forum dunia mampu menginspirasi, memperkuat kolaborasi sekolah lintas negara, serta membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Surabaya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan