
Penghargaan terhadap tokoh-tokoh yang berjuang untuk keadilan dan hak asasi manusia (HAM) semakin diberikan apresiasi dalam bentuk nama ruang atau gedung. Salah satunya adalah Kementerian HAM yang menggunakan nama Marsinah sebagai nama ruang pelayanan HAM di kantornya. Pada perayaan Hari Pahlawan 2025, Marsinah, seorang aktivis buruh, resmi mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Menteri HAM Natalius Pigai menjelaskan bahwa penamaan ruang tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Marsinah, yang menjadi simbol perjuangan hak asasi pekerja dan keadilan sosial di Indonesia. “Marsinah adalah wajah keberanian dalam memperjuangkan martabat manusia. Penamaan ini adalah wujud penghormatan kami kepada perjuangannya yang menjadi bagian penting dari sejarah HAM Indonesia,” ujarnya dalam pernyataannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Pigai, penamaan ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap keberanian dan keteguhan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak dasar buruh, termasuk hak atas upah layak, kebebasan berserikat, dan perlakuan manusiawi di tempat kerja. Ia menekankan bahwa kasus Marsinah yang belum jelas hingga saat ini harus menjadi pelajaran bagi negara dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja dan aktivis pembela kebenaran.
Ruang Marsinah berlokasi di lantai 1 kantor Kemenham. Ruang tersebut akan digunakan sebagai pusat pelayanan publik di bidang HAM bagi masyarakat. Pigai berharap penamaan ini dapat menjadi pengingat bagi kementeriannya untuk membela yang lemah, memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, dan memperjuangkan keadilan seluruh warga negara. “Dengan menamai ruangan ini sebagai ‘Ruang Marsinah’, kami ingin memastikan bahwa dedikasi dan pengorbanannya tidak hilang ditelan waktu,” katanya.
Marsinah ditemukan tewas di hutan Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur, pada 8 Mei 1993. Sebagai buruh perempuan asal Nganjuk yang bekerja di PT CPS Porong, pabrik arloji, pembunuhan Marsinah menjadi pelanggaran HAM berat yang sampai saat ini masih belum tuntas. Ia diduga dibunuh setelah disiksa dan diculik karena aktif memimpin aksi demonstrasi untuk kenaikan upah buruh di pabrik tempatnya bekerja.
Selain Marsinah, Kemenham juga mengabadikan nama mantan presiden Abdurrahman Wahid sebagai nama gedung kantor Kemenham. Pigai menjelaskan bahwa penamaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap peran besar Gus Dur dalam meletakkan fondasi pembangunan HAM di Indonesia. “Beliau, bagaimanapun, adalah tokoh dan pejuang HAM,” kata dia.
Menurut Pigai, Gus Dur adalah tokoh pejuang kemanusiaan yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan bagi semua golongan. Dia berharap gedung berlantai sembilan itu dapat menjadi pusat peradaban HAM, sesuai dengan misi yang diperjuangkan Gus Dur. Selama hidupnya, kebijaksanaan Gus Dur selalu menekankan bahwa setiap manusia berhak diperlakukan secara bermartabat tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan. Ia juga dinilai konsisten menyuarakan perdamaian dan pluralisme, bahkan di tengah situasi bangsa yang kala itu menghadapi berbagai dinamika dan tantangan.
Pada masa kepemimpinan Gus Dur, ia mendirikan kementerian HAM. Ini menunjukkan perhatian dan keberpihakan yang jelas terhadap isu HAM. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh, termasuk Gus Dur dan Marsinah. Prabowo juga memberikan gelar tersebut kepada mantan presiden Soeharto.