
Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur, secara resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Penetapan ini dilakukan di Istana Negara pada Senin (10/11), yang juga bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan Nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ada momen menarik yang terjadi setelah upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional. Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, melakukan sungkem kepada istri mendiang Gus Dur, yaitu Sinta Wahid. Almarhum Gus Dur diwakili oleh Sinta Wahid dan putrinya, Yenny Wahid.

Gus Ipul dan Gus Yahya juga turut serta dalam prosesi tersebut dengan melakukan sungkem kepada Sinta Wahid. Mereka sempat berbincang dengan Sinta sebelum menyalami anggota keluarga dari pahlawan nasional lainnya.
Selain itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, juga menundukkan badan dan mencium tangan Sinta Wahid. Tidak ketinggalan, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, juga melakukan sungkem kepada istri Gus Dur.

Berikut adalah 10 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional:
- KH. Abdurrahman Wahid – asal Jawa Timur (Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam)
- Jenderal Besar TNI Soeharto – asal Jawa Tengah (Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik)
- Marsinah – asal Jawa Timur (Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan)
- Mochtar Kusumaatmaja – asal Jawa Barat (Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)
- Rahma El Yunusiyyah – asal Sumatera Barat (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – asal Jawa Tengah (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Sultan Muhammad Salahuddin – asal NTB (Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)
- Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan – asal Jawa Timur (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Tuan Rondahaim Saragih – asal Sumatera Utara (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Zainal Abidin Syah – asal Maluku Utara (Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi)
Prosesi penghargaan ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa-jasa para tokoh yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara. Dengan penyerahan gelar pahlawan nasional, diharapkan semangat perjuangan mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.