Gus Elham Al-Maliki Minta Maaf Atas Kekhilafan Cium Anak

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 28x dilihat
Gus Elham Al-Maliki Minta Maaf Atas Kekhilafan Cium Anak
Gus Elham Al-Maliki Minta Maaf Atas Kekhilafan Cium Anak

Pernyataan Resmi Gus Elham Setelah Video Viral

Gus Elham Yahya Al-Maliki, seorang pendakwah asal Kediri, akhirnya memberikan pernyataan resmi setelah video dirinya mencium anak-anak di atas panggung pengajian viral dan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram @fuadbakh, ia menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik atas tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan norma dan etika.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Muhammad Elham Yahya Al-Maliki memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujarnya dalam video yang direkam di Kediri pada Selasa (11/11/2025) pukul 14.00 WIB.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Gus Elham menegaskan bahwa dirinya menyesali perbuatannya dan berkomitmen untuk memperbaiki diri. Ia berjanji menjadikan insiden itu sebagai pelajaran penting agar tidak mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang.

“Saya berkomitmen untuk memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang. Saya juga bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak sesuai dengan norma agama, etika, dan budaya bangsa,” kata Gus Elham.

Ia juga menjelaskan bahwa video yang kini beredar luas di media sosial sebenarnya merupakan video lama yang telah dihapus dari seluruh kanal resminya.

“Perlu saya sampaikan bahwa video yang beredar merupakan video lama dan telah kami hapus dari seluruh media resmi kami,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Gus Elham menegaskan bahwa anak-anak yang muncul dalam video tersebut merupakan santri yang rutin mengikuti pengajian di bawah pengawasan orang tua masing-masing.

“Anak dalam video viral tersebut berada dalam pengawasan orang tua mereka yang memang rutin mengikuti pengajian saya,” ucapnya.

Meski begitu, ia tetap menyampaikan penyesalan mendalam atas kegaduhan yang muncul akibat video itu. “Saya tetap memohon maaf atas hal tersebut. Semoga Allah Taala mengampuni kekhilafan kita semua dan membimbing langkah kita di jalan kebaikan,” tutupnya.

Video Viral dan Gelombang Protes Warganet

Kasus ini mencuat setelah sebuah video memperlihatkan Gus Elham mencium anak-anak di atas panggung saat acara pengajian beredar luas di media sosial. Dalam video itu, Gus Elham tampak berbicara kepada seorang anak perempuan dan bertanya, “Kamu boleh dicium sekali lagi nggak?” yang dijawab polos oleh sang anak, “Boleh.”

Adegan itu sempat disambut tawa para jemaah di lokasi. Namun, setelah diunggah oleh akun Instagram @ridzqisucci, rekaman tersebut memicu gelombang kemarahan publik. Dalam unggahannya, Suci Ridzqi menilai tindakan itu sebagai bentuk perilaku yang tidak pantas dan mendesak agar aparat penegak hukum menindaklanjuti peristiwa tersebut.

“Belakangan kita dikagetkan dengan video seorang ‘gus’ yang gemar memeluk dan menciumi anak-anak perempuan di bawah umur. Tindakan itu sudah masuk pelecehan seksual, child grooming, dan pedofilia,” tulis Suci dalam keterangan unggahannya.

Gelombang kecaman terus bergulir. Pemilik akun @hasanbinilhamd turut bersuara dengan menulis, “Jika Anda punya harapan baik pada anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa, hentikan kebiasaan ini.” Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial, memunculkan tagar dan kampanye “selamatkan anak-anak dari dugaan aksi pedofilia.” Ratusan ribu warganet mengunggah ulang potongan video serta seruan agar peristiwa tersebut diusut secara tuntas.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan