Gus Elham Yahya Minta Maaf Usai Video Ciuman Viral

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Gus Elham Yahya Minta Maaf Usai Video Ciuman Viral
Gus Elham Yahya Minta Maaf Usai Video Ciuman Viral

Peristiwa Gus Elham Yahya yang Viral dan Respons dari Pihak Berwenang

Sebuah video yang menampilkan tindakan seorang tokoh agama di Kediri, Jawa Timur, yaitu Muhammad Elham Yahya atau dikenal dengan panggilan Gus Elham Yahya, viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat sering mencium pipi hingga bibir anak kecil perempuan. Hal ini menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat, khususnya netizen.

Akibat dari kejadian ini, Gus Elham Yahya akhirnya mengunggah video permintaan maaf secara langsung. Ia menyampaikan rasa penyesalan atas tindakannya dan berkomitmen untuk memperbaiki diri serta menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Permintaan Maaf Gus Elham Yahya

Dalam video permintaan maafnya, Gus Elham Yahya menyampaikan rasa rendah hati dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat. Ia mengakui bahwa perbuatan yang dilakukannya merupakan kesalahan pribadi dan tidak sesuai dengan norma agama, etika, serta budaya bangsa.

“Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi. Saya berkomitmen untuk memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia juga menyatakan niatnya untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai dengan nilai-nilai agama, etika, dan budaya yang berlaku.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gus Elham Yahya menjelaskan bahwa video yang beredar adalah video lama dan telah dihapus dari semua media sosial resmi miliknya. Ia juga memberikan klarifikasi bahwa anak-anak perempuan yang terlihat dalam video tersebut berada di bawah pengawasan orang tua mereka saat kejadian.

Menurut pengakuan Gus Elham Yahya, orang tua dari anak-anak tersebut merupakan jamaah yang mengikuti pengajiannya. Meskipun demikian, ia tetap memohon maaf atas tindakan yang dilakukannya.

Tanggapan dari Wakil Menteri Agama

Perbuatan Gus Elham Yahya juga mendapat tanggapan dari Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!,” tegas Romo Syafii dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah memiliki pedoman tegas terkait lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam. Pedoman ini bertujuan agar anak-anak madrasah dan pesantren dapat merasa aman dan mendapatkan hak-haknya sebagai peserta didik.

“Tentu saja kasus-kasus seperti ini mungkin tetap ada, tapi kita sepakat agar ke depan pengawasannya lebih ditingkatkan agar peristiwa serupa bisa dihindari,” tambahnya.

Kesimpulan

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan anak-anak. Tindakan yang dianggap biasa oleh seseorang bisa saja menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Gus Elham Yahya telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan berkomitmen untuk belajar dari kesalahan yang telah dilakukannya. Sementara itu, pihak berwenang seperti Kementerian Agama terus berupaya untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan bahwa lingkungan pendidikan agama tetap aman dan nyaman bagi semua pihak.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan