
Kunjungan Menteri Sosial ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak pada hari Rabu, 22 Oktober 2025. Dalam kunjungannya tersebut, ia mengunjungi siswa saat sedang makan siang dan menyaksikan langsung bagaimana siswa berinteraksi dalam lingkungan yang penuh toleransi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gus Ipul mengungkapkan rasa kagumnya terhadap sikap toleransi yang ditunjukkan oleh siswa di sekolah tersebut. "Saya bersyukur ketika melihat siswa-siswa kita ini sedang makan siang terpimpin. Saat diajak berdoa, ada yang berdoa dengan agama Islam, ada juga yang berdoa dengan agama lain. Di situ terlihat jelas toleransinya dan kebersamaannya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hal tersebut menjadi salah satu contoh pendidikan karakter yang diterapkan di SRT. "Doanya berbeda-beda, tapi mereka duduk berjejer, rukun, saling peduli satu sama lain. Ini adalah hal yang perlu kita apresiasi," tambahnya.
Kunjungan Gus Ipul dilakukan pada pukul 12.40 WIB. Ia disambut oleh penampilan tarian bela diri tradisional dan yel-yel dari para siswa. Moment hangat terjadi saat Gus Ipul memeluk dan bersalaman dengan para siswa.
Setelah bertemu dengan siswa, Gus Ipul melanjutkan kunjungannya dengan meninjau sarana dan prasarana sekolah. Ia mengunjungi ruang makan, asrama, dan kamar siswa. SRT 53 Pontianak merupakan salah satu sekolah yang menyediakan jenjang lengkap, mulai dari SD hingga SMA.
"Nah, karena terintegrasi, maka ada SD, SMP, dan SMA. Ini salah satu sekolah yang beroperasi sejak bulan September. Jadi, baru saja berjalan selama sebulan. Proses adaptasi memang masih berlangsung, dan biasanya di bulan pertama banyak dinamika," ujar Gus Ipul.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses adaptasi dan pembiasaan siswa di SRT sangat penting. "Di SRT, siswa harus mengikuti sistem asrama dengan jadwal 24 jam. Pada bulan kedua dan ketiga, insya Allah akan lebih stabil. Semua siswa sudah bisa saling menyesuaikan, sehingga pembelajaran bisa berjalan lebih lancar," katanya.
Kepedulian Guru dalam Mendidik Siswa SRT
Pendidikan di SRT tidak hanya membutuhkan kemampuan akademis yang mumpuni, tetapi juga kesabaran dan empati dari guru-guru. "Di SRT, guru kepala sekolah harus memiliki empati, kesabaran, dan kesediaan untuk membimbing anak-anak ini dengan memperkuat sikap kebersamaan," ujar Gus Ipul.
Ia juga menekankan bahwa di SRT tidak boleh terjadi tiga hal yang dianggap sebagai dosa besar dalam dunia pendidikan. "Tidak ada bullying, tidak ada perundungan, dan tidak ada pelecehan seksual. Selain itu, diharapkan tidak ada tindakan intoleransi," tambahnya.
Tujuan dan Target Sekolah Rakyat
Tujuan utama dari program Sekolah Rakyat adalah agar setiap Kabupaten/Kota memiliki sekolah serupa. Gus Ipul menekankan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan konsolidasi data agar program dapat tepat sasaran.
"Kita terus memperkuat data agar nanti ketika sekolah berdiri, benar-benar bisa diisi oleh orang-orang yang memenuhi kriteria," pungkasnya.
Profil SRT 53 Pontianak
Sebagai informasi, SRT 53 Pontianak memiliki total 78 siswa, yang terdiri dari 21 siswa SD, 19 siswa SMP, dan 38 siswa SMA. Untuk mendukung proses pembelajaran, sekolah ini memiliki 19 orang guru.