
Gubernur Gorontalo Dorong Peran Posyandu dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tahun 2025 tingkat Provinsi Gorontalo. Acara ini digelar di Hulondhalo Ballroom pada Rabu (12/11/2025). Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Penguatan Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat dengan Pelayanan Enam Bidang SPM.”
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menekankan pentingnya fokus Posyandu pada tiga isu utama, yaitu penanganan stunting, tuberculosis (TBC), dan pemeriksaan kesehatan gratis. Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan permasalahan strategis yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Posyandu harus fokus pada tiga hal ini dulu. Arahkan semua anggaran ke situ agar angka stunting bisa turun, TBC tertangani, dan pemeriksaan kesehatan gratis dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Angka Stunting yang Masih Tinggi
Gusnar menyebutkan bahwa angka stunting di Gorontalo masih cukup tinggi secara nasional. Berdasarkan data tahun 2024, prevalensi stunting di provinsi ini mencapai 23,8 persen. Ia mengkhawatirkan jika angka ini tidak segera diturunkan dalam satu hingga dua tahun ke depan, dampaknya akan terasa pada kualitas pendidikan anak-anak usia dini.
“Jika angka itu bisa turun, tentu sangat baik. Namun, jika tidak segera diselesaikan, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,” tegasnya.
Penyebaran TBC yang Kembali Meningkat
Selain stunting, Gubernur Gusnar juga menyoroti kenaikan kasus TBC di berbagai daerah. Ia menilai penyakit yang sebelumnya berhasil ditekan kini kembali muncul, sehingga memerlukan pengawasan intensif melalui Posyandu.
“Padahal, TBC ini dulu sudah bisa kita atasi. Namun sekarang muncul lagi. Jadi, mohon ini dikontrol lewat Posyandu,” tambahnya.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Langkah Penting
Terkait program pemeriksaan kesehatan gratis, Gusnar berharap peran aktif Posyandu dalam mendukung kebijakan prioritas nasional tersebut. Ia menilai pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting dalam mencegah penyakit dan memperkuat kebijakan di bidang kesehatan masyarakat.
“Pemeriksaan gratis itu sangat penting untuk deteksi dini. Kalau data kesehatan masyarakat kuat, kebijakan kita pun akan lebih tepat sasaran,” tutupnya.
Fokus pada Pelayanan Enam Bidang SPM
Kegiatan Rakorda Posyandu ini juga menekankan pentingnya pelayanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal ini bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.
Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain: * Pelayanan kesehatan ibu dan anak * Pelayanan gizi dan nutrisi * Pelayanan imunisasi * Pelayanan kesehatan lingkungan * Pelayanan kesehatan masyarakat * Pelayanan kesehatan dasar
Dengan penerapan pelayanan enam bidang SPM, diharapkan Posyandu dapat menjadi pusat pelayanan yang lebih efektif dan efisien dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Peran Posyandu dalam Pembangunan Daerah
Posyandu diharapkan menjadi salah satu motor penggerak dalam pembangunan daerah. Dengan peran aktif Posyandu, pemerintah daerah dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat dan merancang kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
[GAMBAR-0]
[GAMBAR-1]