Inisiasi Paguyuban Mitra Dapur MBG Kuningan untuk Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Pangan
Di wilayah Kabupaten Kuningan, terdapat sebanyak 98 dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang tersebar di berbagai kecamatan. Meskipun lokasinya tidak hanya terpusat pada satu daerah, beberapa kecamatan memiliki jumlah dapur yang lebih banyak dibandingkan yang lain. Untuk memastikan koordinasi dan komunikasi yang efektif dalam menjaga standar kualitas dan keamanan pangan, puluhan mitra dari dapur-dapur tersebut menginisiasi pembentukan Paguyuban Mitra MBG Kuningan.
Paguyuban ini diluncurkan dengan tema "Bersatu Mewujudkan Mitra MBG SPPG yang Patuh Dalam Mengawal Program Bapak Presiden Prabowo". Acara peluncuran paguyuban dilaksanakan di Hotel Grage Sangkan pada hari Sabtu, 8 November 2025. Acara ini dihadiri oleh para mitra yang berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki peran penting dalam pengelolaan program MBG.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pemilihan ketua paguyuban, sosok H. Udin Kusnaedi dipilih sebagai pemimpin. Ia adalah seorang pengusaha sukses sekaligus politisi yang berasal dari Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana. Sebagai mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuningan dua periode, ia memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola berbagai program pemerintah.
Untuk mendukung jalannya organisasi, H. Udin Kusnaedi ditemani oleh Sekretaris Sandi Oktoviandi dan Bendahara Nina Daniati Sahfa’at. Selain itu, terdapat juga jajaran pengurus lainnya yang akan membantu dalam menjalankan roda organisasi.
Menurut H. Udin Kusnaedi, paguyuban ini bukan hanya menjadi wadah berkumpul semata, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program MBG. Ia menekankan bahwa program ini harus dilaksanakan dengan tanggung jawab agar dapat meningkatkan gizi bagi siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.
"Program MBG bukan hanya sekadar soal memasak, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak serta penerima manfaat lainnya mendapatkan makanan terbaik setiap hari," ujarnya. Ia berharap para pengelola dapur MBG dapat bekerja lebih solid dan profesional dalam mewujudkan amanat Presiden RI melalui penyajian kualitas makanan yang terjamin.

Ketua Panitia Pembentukan Paguyuban Mitra Dapur MBG Kuningan, Hj. Elit Nurlitasari, menjelaskan bahwa inisiasi paguyuban sangat penting karena akan menjadi jembatan komunikasi dan penyamaan standar operasional antar seluruh dapur. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap porsi makanan bagi anak-anak Kuningan memiliki kualitas dan higienitas yang terjamin.
"Terpilihnya H. Udin Kusnaedi sebagai Ketua Paguyuban Mitra MBG Kuningan diharapkan mampu menciptakan tata kelola dapur yang profesional dan akuntabel. Kami ingin setiap dapur MBG bekerja sesuai standar baik dari sisi higienitas, kualitas bahan baku maupun ketepatan distribusi," tambahnya. Dengan adanya paguyuban, komunikasi antar dapur akan jauh lebih mudah dan cepat.