Hadapi Disrupsi Digital, Dinas Arsip dan Perpustakaan Majalengka Tingkatkan Literasi Informasi

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Hadapi Disrupsi Digital, Dinas Arsip dan Perpustakaan Majalengka Tingkatkan Literasi Informasi
Hadapi Disrupsi Digital, Dinas Arsip dan Perpustakaan Majalengka Tingkatkan Literasi Informasi

Kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi di Kabupaten Majalengka

Kabupaten Majalengka kembali mengambil langkah penting dalam membangun ekosistem literasi yang tangguh di era digital. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) setempat menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 19 Juni 2025 di Gedung Layanan Perpustakaan Disarpusda. Sebanyak kurang lebih 50 peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan komunitas literasi turut hadir dalam acara tersebut.

Membangun Kemampuan Literasi yang Komprehensif

Plt. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Majalengka, Nono Heryano, S.I.P., K.P., menjelaskan bahwa literasi informasi menjadi hal yang sangat penting di tengah derasnya arus data dan perkembangan teknologi komunikasi. Menurutnya, kemampuan literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, seleksi, dan pemanfaatan informasi secara bijak.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kita hidup di zaman di mana informasi mudah didapat, namun itu tidak semuanya benar dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini, kami harapkan para pustakawan, guru, dan pegiat literasi semakin kritis, agar mampu menjadi penjaga kebenaran informasi di lingkungannya masing-masing," ujar Nono.

Ia menambahkan bahwa literasi informasi merupakan fondasi bagi terwujudnya masyarakat cerdas dan demokratis. Masyarakat yang literat mampu mengambil keputusan berbasis pengetahuan dan bukan sekadar opini. Dengan demikian, melalui kegiatan ini, Disarpusda Majalengka berharap lahir generasi baru penggerak literasi yang mampu menjembatani kesenjangan informasi dan menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Program ini juga selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Majalengka untuk mencetak SDM unggul, inovatif, dan berdaya saing di era digital. "Majalengka harus melangkah menuju masyarakat berbasis pengetahuan. Literasi adalah kunci menuju kemandirian dan kemajuan," pungkas Nono.

Kolaborasi dalam Pembudayaan Literasi

Plt. Kepala Bidang Perpustakaan Agus Mulyanto, S.K.M., menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan gerakan pembudayaan literasi berbasis kolaborasi. "Kami ingin mendorong munculnya agen perubahan literasi di Majalengka. Literasi adalah pintu peradaban. Masyarakat yang gemar membaca dan mampu berpikir kritis akan lebih siap menghadapi tantangan global," tutur Agus.

Bimtek dilaksanakan secara luring dengan metode partisipatif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara menelusur, mengevaluasi, dan menyajikan informasi yang akurat. Para peserta juga diajak menyusun rencana tindak lanjut agar keterampilan literasi yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah, perpustakaan, maupun komunitasnya.

Untuk mendukung kenyamanan kegiatan, panitia menyediakan suvenir, sertifikat, uang fullday, transport lokal, dan konsumsi selama pelatihan berlangsung. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang literasi digital dan perpustakaan modern serta satu moderator yang memandu jalannya diskusi.

Tiga Kelompok Sasaran, Satu Gerakan Bersama

Perlu diketahui, kegiatan Bimtek ini dibagi ke dalam tiga kelompok sasaran dengan pendekatan yang disesuaikan. Pertama, Pustakawan dan Tenaga Perpustakaan. Hal ini difokuskan pada peningkatan kemampuan mengelola sumber informasi digital, katalogisasi modern, dan pelayanan berbasis teknologi.

Kedua, guru diarahkan agar mampu mengintegrasikan literasi informasi dalam proses belajar-mengajar, sehingga siswa terbiasa berpikir kritis dan mandiri dalam mencari data. Ketiga, Pegiat Literasi yang diberikan pelatihan dalam mengelola kegiatan literasi masyarakat, membangun komunitas baca, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi literasi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan